Berbicara mudah tapi gak mudah

Berbicara? Mudah sekali. Sejak kecil kita sudah diajari untuk berkata-kata. Bermodal lidah yang kecil ini, segala sesuatu bias dilakukan. Meski mudah dilakukan namun kita harus tetap hati-hati dalam berbicara. Semua ada aturannya.
Lidah yang tak terkontrol dengan baik bias bikin hati tersakiti. Lidah yang sembarangan saja bicara bias mebuat resah. Lebih dari itu, bicara yang tak terkendali bisa berbuah kesengsaraan di hari kiamat nanti. Sebaliknya, berbicara yang baik-baik sesuai dengan tuntunan syariat bisa membuat sejuknya kehidupan. Mengendalikan lidah dalam berkehidupan rumah tangga pun termasuk masalah yang kelewat penting. Tanpa mengatur pembicaraan dengan baik, sangat mungkin terjadi perselisihan dan pertengkaran hebat antara suami istri. Padahal, kemampuan mengendalikan diri dan lisan lebih banyak merupakan hasil dari latihan dan pembelajaran. Oleh karena itu, jauh-jauh hari sebelum masa indah pernikahan diraih usaha untuk mengendalikan lisan agar berbicara sesuai dengan aturan syariat mesti dilakukan. Nah bagaimana aturan-aturan yang mesti kita ketahui dalam berbicara?
1. Berpikirlah dahulu sebelum berbicara.
Bicaralah selalu di dalam hal kebaikan. Allah berfirman yang artinya: “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) member sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. ” (An-Niss:114)

2. Berbicaralah dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras juga tidak terlalu rendah, ungkapannya jelas, dapat dipahami oleh orang yang mendengarnya dan tidak dibuat-buat atau dipaksakan.

3. Jangan berbicara sesuatu yang tidak berguna. Rasulullah menyatakan “Termasuk baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna untuk dirinya” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Maka berbicaralah dengan secukupnya.

4. Jangan kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. Rasulullah bersabda : “cukuplah seseorang itu mendapatkan dosa apabila ia membicarakan semua yang telah ia dengar” (HR. Muslim).

5. Hindari pedebatan dan saling membantah, meskipun berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rasulullah bersabda : “Aku menjadi penjamin sebuah istana di taman Syurga bagi siapa saja yang menghindari perdebatan sekalipun ia benar dan penjamin isatana ditengah-tengah Syurga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud)

6. Tenanglah dalam berbicara dan tidak tergesah-gesah. Aisyah menuturkan, “Sesungguhnya apabila Nabi membicarakan sesuatu pembicaraan, sekiranya ada orang yang menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya.” (Muttafaq alaih)

7. Hindari perkataan jorok (keji).
Rasulullah bersabda : “Bukankah seorang mukmin (jika ia) pencela, pengutuk atau yang keji pembicaraannya” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

8. Hindari sikap memaksakan diri dan banyak omong di dalam berbicara.
Rasulullah menyebutkan : “Sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariKu di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih dan oran-orang yang mutafaihiqun.’Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah apa arti Mutafaihiqun? ’ Nabi menjawab : Oran-orang yang sombong” (HR. At-Turmudzi)

9. Hindari Ghibah (menggunjing) dan mengadu domba. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu menggunjing sebagian yang lain…” (Al-Hujurat : 12)

10. Dengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya. Demikian juga jangan sok tahu dengan apa yang dibicarakannya, tidak meremehkan pendapatnya atau menolaknya.

11. Jangan memonopoli pembicaraan, tetapi berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.

12. Hindari perkataan kasar dan ucapan yang menyakiti perasaan orang lain. Serta tidak mencari-cari kesalahan omongan orang lain, karena hal tersebut dapat mengundang permusuhan, pertikaian dan pertentangan.

13. Hindari sikap mengejek, memperolok-olok dan memandang rendah orang yang berbicara.
Allah berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) …” (Al-Hujarat : 11)

14. Jangan terlalu keras bersuara, terlebih para wanita muslimah. Sangat tidak pantas, seorang muslimah berteriak-teriak tanpa aturan. Allah berfirman : “Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledei.” (Lukman : 19)

15. Jangan bersumpah selain dengan nama Allah, karena perbuatan itu termasuk jenis kesyirikan.

16. Jangan mencaci dan menyalahkan masa, demikian juga jangan mencaci kaum muslimin.
Inilah beberapa aturan dalam berbicara. Mau bicara…inget aturan ye..

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s