SalutKu padaMu

Ucapan beribu kagum kepada teman-teman Saya yang sudah bisa mencari rizki dengan keringat sendiri. Mereka sekarang dapat menikmati hasil kerjanya dengan kemampuan yang mereka miliki dan Saya masih meraba-raba, dimanakah keahlian Saya sebernarnya tuk menjadi modal mencari rizki yang telah digariskan untuk saya. Sejak lulus SMK, saat meminta uang sama Ibu, ada rasa malu. Udeh sebesar gini masih angkat tangan, meminta-minta…
Lulus SMK tadinya Saya mau langsung kerja tapi karena mata sudah minus 2 dan sebagian besar untuk melamar sebagai karyawan operator Mesin sangat susah bagi yang berkaca mata maka Ibu menyuruh Saya tuk kuliah karena Bapak (Bapakku telah meninggal sejak Saya kelas 5 SD) pernah bilang harus ada anaknya yang mengenyam bangku kuliah. Tadinya saya bingung juga karna Ibu sendiri sedangkan biaya kuliah gak kecil, mau kerja tapi susah…ya Allah masih terasa pusing kalo inget kemaren. Nyari-nyari beasiswa tapi gak ada yang diterima. Sempat lamar ke UAI (Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta), eh malah gak diterima..trus ikut pelatihan 2 tahun bersama PT Bridgestone dan PT Siemens bentrok sama ujian masuk di UNIKOM dan POLBAN, padahal saya sudah lolos nilai di kedua PT tersebut ,tinggal tes kesehatannya tapi waktu tes bentrok sama pendaftaran terakhir di Polban Bandung. Bingung harus milih mana, kerja atau kuliah. Dan akhirnya saya pilih kuliah…
Sampai sekarang masih kepikiran bagaimana susahnya Ibu dalam mencari uang tuk anaknya yang bukan hanya saya tapi juga kakak-kakak dan sodara-sodara saya yang menggantungkan Ibu. Saat saya tulis unek-unek ini, saya nangis karena merasa masih belum ada perubahan yang berarti selama saya kuliah. Saya ingin sekali seperti Rio (mahasiswa DKV UNIKOM) yang sudah mampu mendapatkan penghasilan sendiri sambil kuliah. Dia memberikan banyak masukan dan secara tidak langsung Dia telah menyadarkan Saya tuk kuliah dengan baik lagi. Makasih ya Rio, saya gak akan lupa kamu.
Salah satu teman lagi adalah Bimo..wah Bim..Bim..sumpah gw salut sama Lo..Dia masuk kuliah dengan biaya sendiri yang Ia dapat dari hasil kerjanya di Bank Indonesia..Dia yang pernah membangunkan mimpi dan cita-citaku yang rendah dan berubah menjadi cita-cita yang tinggi..Dia tempat saya bertanya tentang dunia IT. Saya gak ada kata-kata lagi buat nie orang..kedua anak ini menjadi semangat saya tuk jadi lebih baik lagi dari hari ke hari.
Semoga Allah memberi jalan keluar karena Saya yakin Dia telah mengatur semua yang terbaik buat hidup Saya ke depan.
Makasih buat keluarga yang member kesempatan tuk Saya kuliah terutama kepada Ibu Saya “U so deep at my mind and I will make U proud. I Promise”. Dan juga untuk teman-teman serta orang yang membuat saya sedikit berubah seperti tulisan-tulisan Mas Romi Satria Wahono (Mas Makasih yah), tulisannya keren-keren semua euy..

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s