Sayap-sayap lalat

Rasulullah bersabda : “Apabila seekor lalat masuk kedalam minuman salah seorang kalian, maka
celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat
penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya.” (HR.Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad)

Jangan buru-buru merasa jijik! Bagi sebagian orang, hadits ini memang
kontroversial. Masa lalat yang kesehariannya bergelimang dalam dunia penuh kotoran ternyata membawa
obat. Patut diragukan jika yang mengemukakan perkataan diatas hanyalah orang
bias, namun yang mengatakan hal ini adalah Rasulullah utusan Allah ta’ala Sang Pengatur dan Pencipta
alam ini. Yang mengatakan itu adalah Rasulullah yang tidak mengatakan sesuatu kecuali apa yang diwahyukan
Allah Ta’ala kepadanya.

Sebagian muslim masih ada yang meragukan hadits ini dengan berbagai alasan.
Biasanya meraka menolak atau meragukan hadits ini karena mendahulukan
akal dari pada syariat. namun, ingatlah bahwa Allah Ta’ala berfirman,
“Untuk setiap berita (yang dibawa oleh Rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahuinya.”
(Al-An’am:67)

Dan Allah ta’ala memenuhi janjinya. Hari ini, ilmu kedokteran telah membuktikan kebenaran sabda Rasulullah
14 abad silam.

Berangkat dari Logika Juga

Orang yang menolak hadits di atas mengatakan bahwa hadits tersebut tidak
masuk akal. sebab, mana mungkin lalat yang kegiatan sehari-harinya penuh dengan kotoran
ternyata membawa obat penawar?

Namun, akal juga bertanya, mengapa lalat sehat-sehat saja jika kegiatan
sehari-harinya dilakukan di tempa-tempat kotor? Selanjutnya timbul dugaan
seharusnya lalat mempunyai penawar bagi tubunya sehingga lalat tidak kena dampak negatif
bakteri-bakteri tersebut. Ini adalah salah satu praduga yang mendorong
beberapa ahli  untuk memeriksa tentang lalat ini.

Obat Alami

Berbagai institut yang mengkaji hadits di atas dalam rangkaian “Kajian
Mukjizat Al-Quran dan As-Sunnah” yang diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Majid Az-Zindani
meneliti secara  empiris bahwa memang pada sayap kiri lalat terdapat
berbagai virus yang mematikan. Mereka berusaha mematikan virus-virus tersebut dengan
cara-cara konvensional dan menemukan kegagalan. Namun ketika mereka memasukan sayap kanan
lalat secara otomatis mereka melihat perubahan yang sangat signifikan. Seluruh virus apapun yang dibawa oleh sayap
kiri lalat ternyata musnah dan mati akibat obat yang ada pada sayap kanan.

Kabarnya, dua dokter non muslim juga telah melakukan kajian terhadap lalat ini dan menemukan fakta yang sama.

Enzim Tumbuhnya Bakteri

Slah satu penemuan ilmiah tentang lalat yang membuktikan kebenaran hadits di atas adalah ditemukannya bakteri
Yofaj pada lalat. Bakteri Yofaj adalah zat jenis enzim yang sangat kecil yang menjadi tempat tumbunya bakteri.
Ternyata di dalam bakteri Yofaj ini tidak hanya bakteri jahat saja yang tumbuh disana, namun ada juga bakteri
penyembuh yang menawarkan bakteri jahat itu. Tempat tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh ini sangat
keci,yaitu sekitar 20-25 mili micron.

Jadi, sewaktu seekor lalat hinggap di atas air minum kita, sebenarnya bakteri jahat yang ada pada enzim
tersebut sedang berusaha mencemari air yang dihinggapi si lalat. Satu hal sebenarnya yang bisa kita lakukan adalah
hanya tinggal mencelupkan lalat tersebut ke dalam air yang dihinggapi si lalat. Karena, tatkala kita celupkan
keseluruhan badan si lalat ke dalam air, maka bakteri penyembuh yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Lalat sebagai penyembuh

Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit tulang di jurusan Kedokteran Universitas Askandariyah, Mesir, telah
melakukan penelitian tentang hadits lalat ini dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran
masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Di zaman sekarang,
para pakar penyakit baru bisa mengungkap rahasia ini beserta penyembuhannya, padalah sudah dibongkar
informasinya sejak dahulu. Kurang lebih 30-an tahun yang lalu, para ahli medis ini menyaksikan dengan mata
kepala sendiri salah satu obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah
dengan lalat. Hal ini tak lepas dari kebenaran sabda Muhammad Rasulullah.

Berdasarkan fakta-fakta di ata, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan
penjelasannya dalam teori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukzizat ini telah dikemukakan
sejak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini.

Hadits di atas merupakan salah satu berita dari Raulullah dalam perkara-perkara yang Ghaib.
Nabi tidaklah mengucapkan dari hawa nafsunya, tetapi yang beliau ucapkan adalah Wahyu Allah Ta’ala.
Sebab Nabi adalah manusia, sedangkan manusia tidaklah mengetahui hal-hal yang ghoib, bahkan Allah Ta’ala
berfirman kepada Nabi : “Katakanlah : “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa pendaharaan Allah ada padaku
dan tidak pula Aku mengetahui yang ghoib dan Aku tidak pula mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku
tidak mengikuti kecuali apa yang dihayukan kepadaku.” (Al-An’am:50)

Jadi, sebenarnya tidaklah masuk akal bagi kita makhluk Allah untuk menolak wahyu Allah. Jadi laksanakan saja
apa yang telah Allah wahyukan, entah sudah datang pembuktiannya ataupun belum.

Ditulis oleh: Abu Ukasyah (makasuh atas smakin percayanya Kita kepada Syariat Islam ini)

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s