Waspada Iklan Sang Dukun

Seorang lelaki paruh baya berpenampilan lusuh dengan rrambut terurai tak rapih, muncul dan berkata “Anda ingin tahu keberuntungan Anda di masa depan??”

“Ketik Reg (spasi) Weton kirim ke 9999!”

Ilustrasi di atas adalah contoh iklan yang memanfaatkan teknologi HP yang beredar di TV akhir-akhir ini. Iklan-iklan yang mengedepankan mistik dan ghoib, bermaterikan kesyirikan, muncul bagai jamur di musim hujan. Ada yang bermodel tanggal lahir seperti disebutkan di atas, ada yang menggunakan primbon, ada ramalan bintang dan lain sebagainya. Pelakunya pun bermacam-macam; ada Ki Joko Bodo, Mbah Roso, ada juga Mama Lauren, dan masih banyak lagi. Dalam syariat islam pelaku semua itu dinamakan dukun atau peramal. Para dukun dan peramal ini dengan terang-teraangan mendakwahkan dirinya mengetahui perkara yang ghoib dan menyeru manusia untuk berbondong-bondong melakukan kesyirikan. Sebagian orang muslim sudah bisa menebak, bahwa itu adalah sebuah bentuk perdukunan yang dikemas rapih. Namun ada sebagian orang yang tidak mengerti dan terjerumus ke dalam lembah kesyirikan ini. Na’udzubillah min dzalik. Nah, sebenarnya bagaimana hakikat perdukunan dan bagaimana hokum mendatangi dukun (dengan kita mengirimkan sms kepada mereka sama saja dengan mendatanginya?).

Berikut fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah Ta’ala yang menjelaskan tentang perdukunan dan hukum mendatangi dukun :

Khananah (perdukunan) wazan fa’alah diambil dari kata taakahhun, yaitu menerka-nerka dan mencari hakekat dan perkara-perkara yang tidak ada dasarnya. Perdukunan di masa jahiliyah dinisbatkan kepada suatu kaum yang dihubungi oleh para setan yang mencuri pembicaraan dari langit dan menceritakan apa yang didengarnya kepada mereka. Kemudian mereka (dukun) mengambil ucapan yang disampaikan oleh mereka dari langit lewat perantara para setan dan menambahkan pernyataan di dalamnya. Kemudian mereka menceritakan hal itu kepada manusia. Jika sesuatu terjadi yang sesuai dengan apa yang mereka katakana, maka orang-orang tertipu dengan mereka dan menjadikan mereka rujukan dalam memutuskan perkara di antara mereka serta menyimpulkan apa yang akan terjadi di masa depan. Karena itu, kita katakan “dukun adalah orang yang menceritakan tentang perkara-perkara ghoib di masa yang akan datang”. Sedangkan orang yang mendatangi dukun atau peramal itu terbagi menjadi 3 macam :

1. Orang yang datang kepada dukun atau peramal lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya. Ini diharamkan. Hukuman bagi pelaku ialah tidak diterima sholatnya selama 40 malam, sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim bahwa Nabi Sholallahu alaihi wassalam bersabda : “Barangsiapa yang datang kepada peramal lalu bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari atau malam.”(Riwayat Muslim)

2. Orang yang datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dan mempercayai apa yang diberitakannya, maka ini merupakan kekafiran kepada Allah ta’ala. Karena ia mempercayai bahwa sang dukun mengetahui perkara ghoib, sedangkan mempercayai seseorang tentang pengakuannya mengetahui perkara ghoib adalah mendustakan firman Allah ta’ala : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah”(An-Naml:65)

Karenanya, disinyalir dalam hadits shohih, “Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad”(Riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

3. Orang yang bertanya kepada dukun lalu bertanya kepadanya untuk menjelaskan ihwalnya kepada manusia, dan bahwasannya itu adalah perdukunan, pengelabuan dan penyesatan. Ini tiddak mengapa. Dalil mengenai hal itu, bahwa Nabi Rasulullah Sholallahualaihi Wassalam kedatangan Ibnu Shayyad, lalu Nabi Sholallahualaihi Wasalam menyembunyikan sesuatu untuknya dalam dirinya, lalu beliau bertanya kepadanya, apakah yang beliau sembunyikan untuknya? Ia menjawab, “asap”

Nabi Sholallahualaihi Wasalam bersabda “Pergilah dengan hina, kamu tidak akan melampaui kemampuanmu.”(riwayat Bukhari dan Muslim)

Inilah keadaan orang yang datang kepada dukun,

Pertama, ia datang kepada dukun lalu bertanya kepadanya dengan tanpa mempercayainya dan tanpa tujuan menjelaskan keadaanya (kepada manusia). Ini diharamkan, dan hukuman bagi pelakunya ialah tidak diterima sholatnya selama 40 malam.

Kedua, ia bertanya kepadanya dan mempercayainya. Ini kekafiran kepada Allah Ta’ala, yang wajib atas manusia bertaubat darinya dan kemabli kepada Allah. Jika tidak bertaubat, maka ia mati di atas kekafiran

Ketiga, ia datang kepad dukun dan bertanya kepadanya untuk mengujinya dan menjelaskan keadaannya kepada manusia. Ini tidak mengapa.

Kesimpulannya :

Hendaknya kita menjauhi segala bentuk kesyirikan yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka dan kekal di dalamnya. Di antara bentuk kesyirikan yang sekarang sedang beredar luas di layar TV adalah program sms yang diadakan oleh para dukun dan peramal di negeri kita. Maka hati-hatilah terhadap mereka. Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari bahaya kesyirikan. Wallahu A’lam Bishawab.

Sumber : Majalah Nikah Vol 7 no. 4 Juli – Agustus 2008

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s