Sedikit Pengalaman Menjadi Seorang Ayah

Ada ilmu yang berharga sewaktu Saya liburan semester 3 di Bekasi yang ingin sekali Saya tulis dalam blog sederhana ini. Memang gak ada yang sia-sia, walaupun liburan itu buat Saya bosen tapi tetap saja Allah memberikan Saya hal yang berguna untuk masa depan Saya. Belum sebulan setelah pernikahan Kakak tempat curhat Saya yaitu Teh Yogi, ternyata dokter mengatakan bahwa Teh Yogi telah hamil. Wah ternyata Teguh (Suaminya, kakak Ipar Saya) topcer euy…

Banyak orang yang bilang kalau wanita sedang hamil itu banyak maunya, katanya sich ngidam. Teh Yogi ternyata bener-bener gede ngidamnya. Sebentar saja mau makan apa dan ada tukang jajanan lewat di rumah kami, langsung ngedip2 mata, tandanya mau, bahkan saat menonton acara kuriner, langsung Bude -dengan nada bercanda- disuruh buat makanan itu besok..huh dasar gendut..ini ngidam apa memanfaatkan keadaan. Kata Mama, kalau Teh Yogi mau apa, tolong dicariin, biar gak ngambek, yang akhirnya gak baik untuk dirinya dan anaknya nanti, asalkan makanan atau minuman itu tidak berbahaya buat si anak.

Dari masalah makanan atau minuman yang tidak baik buat wanita hamil, jadwal ke bidan untuk cek keadaan si bayi, masalah-masalah yang dikeluhkan wanita saat hamil muda dan lain sebagainya, Alhamdulillah, ngerti dan paham yang insyaAllah gak akan kaget nantinya kalau punya istri saat mengalami hal yang serupa.

Ternyata menjadi seorang Ayah itu tidak mudah, selain Kita (pria) harus mencari nafkah untuk kehidupan keluarga, Kita pun harus peka tentang hal-hal lain yang juga sangat penting, karena satu hal saja, kita anggap sepele dan cuek, pasti akan ada percecokan sedikit. Itulah yang saya lihat langung dari Teh Yogi dan Teguh. Seperti saat itu, ketika Teh Yogi mau bubur ayam yang ada di pasar baru (kira-kira 2 km dari rumah kami), Teguh yang baru saja pulang kerja langsung disuruh beli. Karena mungkin lelah setelah kerja, Teguh menyepelekan dan nyuekin kemauan Teh Yogi, yang akhirnya Teh Yogi ngambek gak mau ngomong. Langsung dech si Teguh genjot sepeda Saya -walaupun terlihat lelah di mukanya- ke pasar nyari bubur kesukaan Teh Yogi.

Suatu hari saat Teguh masuk kerja siang, pulangnya tengah malam, Teh Yogi mau Es Campur sekitar jam 8 malam. Teh Yogi dengan senyum yang manjanya, menyuruh Saya mencarikan Es Campur. “Waduh, jam segini, nyari Es Campur???, ada gak yach….” Dalam pikir Saya. Ya sudah Saya keliling nyari Es Campur di Perum 3 dengan sepeda Saya..Setelah muter-muter, akhirnya ketemu juga..Wah..badan Saya keringatan lho… dan sampai rumah mandi lagi biar gak bau nanti.

Sedikit terasa tidak mudahnya menjadi seorang Ayah Saya rasakan saat saat liburan kemarin. Ada enak dan gak enaknya juga tapi semua itu jadi bekal nanti Saya setelah menikah dengan pasangan Saya. Saya pikir tidak ada yang siap menjadi seorang orang tua tapi kita gak akan siap kalau kita tidak mencobanya. Jalani saja apa yang sedang terjadi pada diri kita. Doing the best. Dan yakin ini sudah ada yang mengaturnya.

Terimakasih, syukurku pada Allah yang telah memberikan hal terbaik buat kehidupan Saya, juga kepada keluarga Teguh n Yogi yang memberikan pengalaman serta gambaran tentang kehidupan rumah tangga. Semoga rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang dikatakan dalam kata-kata bijak “RUMAHKU ADALAH SYURGAKU”

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s