Hidup mesti ada yang dikorbankan…

Hidup memang penuh pengorbanan dan pilihan. Kita dituntut untuk menentukan pilihan hidup kita sendiri walaupun Allah sendiri sudah mengetahui terlebih dahulu apa yang kita pilih. Dalam proses pilihan tersebut pasti ada yang dikorbankan demi jalan yang telah kita pilih tentunya. Gak sedikit Saya baca dan dengar langsung dari pengalaman seseorang tentang pengorbanannya sampai sekarang hingga dia kini sukses (menurut Saya).

Sebut saja Mas Romi Satria Wahono, yang sangat konsen sekali untuk merubah perubahan yang berarti dalam kehidupannya. Ia mendapat beasiswa ke Jepang untuk belajar dan sekarang ia membuat komunitas komputer yaitu IKC sebagai balas budinya kepada masyarakat yang telah membiayai kuliahnya. Banyak hal yang sangat berguna setelah membaca tentang pengalaman hidupnya. Yang paling takjub adalah beliau hanya tidur 3-4 jam setiap hari.

Ada beberapa teman Saya, sebut namanya adalah Rio (mahasiswa DKV UNIKOM) dan Ahmad (mahasiswa IlKom UPI). Mereka berdua adalah cermin buat Saya ke depan. Rio, dia korbankan kuliah hanya untuk mendapatkan uang demi membantu keuangan orang tuanya serta biaya sekolah adik-adiknya. Rio itu sering sekali cuti academic, ia korbankan semua demi Ibunya setelah Ayahnya meninggal dunia. Salut saya padanya adalah bahwa dia sangat serius dengan apa yang telah menjadi pilihannya. Dia juga pernah berkata “Jangan seperti anak kecil, kita sudah dewasa. Kita harus putuskan kamana hidup kita nanti dan tetaplah jalan di jalan yang telah kamu pilih” Ahmad sendiri, dia menurut Saya cenderung menyendiri. Dia korbankan teman-teman yang menurutnya gak ngaruh sama kuliah. Konsen bangat sama dunia komputer sampai-sampai pernah dengar dari teman bahwa Ahmad pernah 2 hari 2 malam nonstop di depan komputer tanpa makan tapi tetap minum. Gila ya… itulah pengorbanan menurut saya.

Sedangkan Saya, huh payah…namun baru beberap hari ini Saya kehilangan mungkin teman-teman satu kelas. Kenapa???

Dimulai dari ajakan teman-teman sekelas Saya untuk bermain futsal, minggu lalu. Memang teman-teman sekelas, kadang kalau saya pikir gak ada yang sama prinsip hidup dan arti memaknai kuliah. Mereka selalu beda dengan apa yang Saya inginkan, namun Saya berusaha untuk mengimbangi pemikiran mereka. Balik lagi ke futsal, Saya tolak ikut main karena memang ada tugas algoritma(matakuliah yang paling susah menurut banyak mahasiswa IF UNIKOM). Saat itu Saya gak peduli tentang apa perkataan teman-teman tentang Saya. Biarlah asal gak nyimpang dari agama dan Saya juga gak ngecewain harapan keluarga terutama ibu saya.

Ada 2 soal tugas algoritma, Saya kerjakan dengan best friends Saya, Wahyu. Mulai sekitar jam 10 sampai jam 5 sore, Alhamdulillah 1 soal sudah selesai, sedangkan 1 soal lagi belum kena alias error terus. Wahyu pulang karena memang cape sekali mikirin algonya.

Pikir Saya setelah sholat isya, mau langsung tiarap ngorok abis karena kepala udah ngedrop bangat dan nanti sekitar jam 1 atau 2 bangun mengerjakan soal ke-2 sambil sholat malam tapi eh tapi ternyata teman-teman Saya datang menanyakan tugas algonya. Pikir Saya, mereka enak sekali, seperti tidak ada beban atau rasa malu. Saya sudah cape2 mengerjakan, tapi mereka dengan enaknya menyontek. Agak kesal tapi Saya coba untuk tenang. Dari pada bengong lebih baik kita mengerjakan bareng soal ke-2, pikir saya. Tapi tebak…mereka hanya mengobrol dan mengobrol gak jelas. Gak ada masukan sedikitpun dari mereka. Saya jadi malas dan kepala juga udah mati kali batrenya. Mau tidur tapi susah karena kosan Saya sempit, ada mereka. Hingga baru bisa tidur sekitar jam 1.

Bangun jam 5, mandi biar gak ngantuk trus sholat shubuh. Saya bangunkan teman-teman yang lain. Mereka gak ada yang bangun. Whatever lah, saya cape, yang penting saya sudah membangunkan.

Gak nyangka semua jadi begini. Tugas belum selesai, kepala pusing kurang tidur,,duh ya Allah….

Malamnya, salah satu dari mereka dan 1 teman yang lain datang lagi ke kosan Saya. Mungkin ini saatnya Saya tuk mengatakan perihal unek-unek pikiran Saya. Pertama yang Saya omongin tentang keinginan Saya membuat perkumpulan programming satu kelas. Jadi kita ngumpulkan uang, trus beli komputer lalu nyewa tempat sebagai basecamp kita. Kita bisa belajar bareng di tempat itu. Dan nanti kedepan apabila ada job atau permintaan dari konsumen mengenai pembuatan program atau web,, kita bisa bareng mengerjakan.

Tapi mereka gak ada yang setuju..alesannya adalah karena masalah dana menurut mereka. “Gw mengerti tapi masa menyisihkan sedikit uang saja gak bisa sich. Gw yang abis-abisan ngirit uang tuk hidup di bandung juga masih mampu nyisihkan uang sampai2 alhamdulillah bisa membeli laptop walau tagihan belum lunas. Inikan buat masa depan kita. Gw gak ngerti, sepenglihatan gw kalian berdua enjoy2 aje, nonton bioskop, jalan ke Dapla(Dago Plasa), maen futsal????”. Saya mulai kesal dengan pemikiran teman Saya, Saya abis-abisan juga ngeluarin unek-unek ini ke mereka berdua.

Hingga keesokan harinya, mereka cenderung menjauh dari Saya. Mungkin karena kejadian semalam. Dan pastinya akan menyebar ke teman-teman lainnya. Saya pikir, saya akan kehilangan teman-teman sekelas namun pikir saya lagi adalah Saya lebih baik kehilangan sesuatu yang saya inginkan daripada Saya ngecewain keluarga saya terutama ibu saya dalam kuliah. Dan inilah jalan yang saya pilih dengan pengorbanan seperti ini. Saya gak sama sekali mutusin silahturahmi namun saya hanya ingin kuliah dan hanya kuliah, just it. Maafin Saya buat teman-teman semua. Cobalah tuk mengerti keadaan Saya di Bandung dan mari konsen lagi ke kuliah, dunia komputer itu cepat sekali berubah. Kalau gak siap kita akan ketingggalan jauh sekali.

Saya siap kehilangan semua yang jadi keinginkan saya tapi gak mau sampai ada orang yang sudah perjuangkan hidup saya tapi malah saya kecewain..Siaaaaappppp kehilangan semua demi keluarga yang amat kusayangi….

Mungkin ada teman yang melihat tulisan ini. Saya sekali lagi minta maaf bila kata-kata Saya ada yang terlalu buat kalian. Gak mau kehilangan kalian juga sebenarnya…

One thought on “Hidup mesti ada yang dikorbankan…

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s