Usahaku Untuknya

Sekedar sharing kebahagiaan sekaligus nanti artikel ini menjadi pengingat saya untuk berusaha membuat nyata impian seseorang yang sangat-sangat saya sayangi. Semua ini berawal saat saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-48 tanggal 25 Februari 2009 kepada Ibu saya sambil mengingatkannya untuk jaga kesehatan dengan makan yang teratur (karena beliau kadang bandel n malas makan hingga sampai-sampai maag).

Tidak ada persiapan kata-kata untuk mengungkapkannya hingga saya menyuruh ibu saya untuk sejenak berdoa dan saya melanjutkan dengan kata “amien”…

 

Mendengarkan beliau berdoa, banyak sekali kalimat-kalimat dari suaranya yang lemah dan bermakna namun hampir semua doa yang ia panjatkan untuk keluarga dan anak-anaknya. Hingga saya memotong doanya lalu bertanya “Mah, Mamah mau ke tanah Mekah kan???”.

Saya mengetahui keinginan beliau tersebut sudah lama sebelum masuk SMK, hingga seharusnya saya sudah bekerja dan sedikit berusaha menabung untuk biaya beliau kesana. Namun sekarang, karena beliau lah saya kuliah, sesal karena belum bisa bantu, malah sekarang terus mengeluarkan biaya tambahan untuk kuliah.

 

Lanjut ke pertanyaan saya, beliau mengatakan dengan nada yang lebih rendah “iya, insya Allah sebelum dipanggil Mamah mau sekali kesana bila ada kesempatan”

Mendengarkan kalimat itu, jadi membuat saya lebih semangat lagi tuk menyelesaikan kuliah ini dengan tepat waktu, mengapa karena dengan saya selesai kuliah, biaya kuliah bisa dipakai buat tabungan beliau dan bila saya sudah kerja dengan segera, saya juga bisa membantu menambah tabungan beliau.

 

Usaha saya untuknya adalah terus belajar dan menyelesaikan kuliah dengan tapat waktu dan selalu berdoa semoga Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk membantu membuat nyata impian beliau (membalas sedikit dari sekian banyak jasa beliau). Semoga saya diberikan kekuatan komitmen untuk menjalani usaha tersebut dengan segala tantangan yang menampar muka ini.

 

Akhir paragraf, berusahalah membuat bahagia orang yang paling-paling berjasa buat hidup kamu sebelum teman atau bahkan pacar kamu sekalipun. Utamakan orang tua kamu kedua diatas setelah ibadah kepada-Nya. Dan jangan seperti Saya yang sampai berumur 20 tahun ini, belum pernah dimarahi oleh Ibu saya tapi bahkan saya sendiri yang pernah memarahi ibu saya dan membuatnya menangis. Jangan..jangan..jangan seperti saya, kamu akan menyesal disuatu saat nanti. Mulailah membuat orang tuamu tersenyum dan kamu akan merasa puas dan senang apabila mendengar beliau tertawa karena kita.

 

Sekarang datangi orang tua kamu atau hubungi mereka dan buat mereka tersenyum bahagia bersamamu. Sekarang juga.

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s