Jadikan Masalah Menjadi Kesempatan

Dimulai dari mencari tempat kosan yang lebih enak lagi, muter-muter di sekitar belakang kampus hingga di depan kampus, ternyata memang kosan di Bandung lebih mahal dari pada di Yogyakarta. Kini hampir semua kosan seharga 300rb-an perbulan atau kalau pertahun 2,5jt sampai 3,5 jt, dan hampir belum bersih alias ada tambahan biaya lain seperti uang listrik dan lainnya. Masuk gang keluar gang sampai malu karena gang yang saya masuki ternyata buntu, hingga akhirnya mendapatkan kosan sederhana dibelakang perumahan yang saya juga tidak menyangka ada kosan dibelakang perumahan yang lumayan mewah. Walau tidak ada perubahan dari segi biaya dan luas kamar dari kosan yang dahulu, tapi yang saya suka adalah kebebasan berpacaran dengan komputer saya. Kini saya bisa 24 jam menatapi benda satu ini tanpa ada rasa takut atau cemas bayar listrik yang mahal. Dan lagi tempat kosan sekarang lebih tenang dan enak lah buat berduan dengan komputer. Masalah kosan sudah beres, siap berkutak-atik menghadapi kuliah semester 3, apalagi belum lama itu saya juga membeli Laptop, siaplah tuk bertempur.

Masalah tempat kosan adalah masalah yang dapat mengganggu kuliah kamu lho, jadi pilah-pilihlah mencari tempat yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Saat semester 3 dimulai beberapa pekan, ada teman saya satu kelas yang mencari kosan juga. Hingga saya tawarkan tempat dimana saya tinggal sekarang. Berharap dia bisa tinggal satu lingkungan dengan saya hingga bisa bekerja sama dalam belajar ataupun hal lainnya. Hingga akhirnya diapun tinggal di tempat kosan dimana saya tinggal sekarang. Gak lama setelah dia tinggal, ada teman saya lagi yang mencari kosan. Dan akhirnya ada 2 teman sekelas saya yang tinggal di tempat dimana sekarang saya tinggal. Moga mereka bisa bekerja sama dalam belajar.

Beberapa pekan dengan keberadaan mereka, gak nyangka kebiasaan kami berbeda. Saya biasa menggunakan waktu kosong untuk bermain-main (mengulik) komputer atau belajar dari buku boleh pinjam dari perpustakaan sedangkan mereka tidak biasa. Mereka yang biasa tidur paling cepat jam11-12 malam dan bangun jam 7-8 pagi, berbeda dengan saya yang biasa tidur jam8-9 malam dan bangun jam2-3 pagi. Ketidaksukaan saya lagi dengan mereka adalah mereka cenderung seperti anak SMA, belajar selalu disuapin sama guru, jarang sekali mencoba atau mencari tahu sendiri. Perpustakaan ada, internet siap tapi kenapa tidak dimanfaatkan???? Bukankah kita sekarang bukan anak SMA, kita sedang kuliah dimana proses belajarnya sudah berbeda sekali dengan di SMA.

Perbedaan itu yang jadi polemik saya dengan mereka, saya coba untuk bersabar menerima dengan semua kelakuan mereka dan focus dengan kuliah saya. Berusaha tuk konsentrasi walau pikiran terpecah dengan keadaan tempat kosan yang mulai tidak saya inginkan.

Masalah berlanjut ke teman-teman satu kelas saya yang lain, mungkin ada bisikan kuping-perkuping tentang sifat-sifat yang mereka anggap buruk tentang saya. Hingga kadang saya mulai dijauhkan, terserahlah, saya mau jadi diri saya sendiri, bukan dari omongan orang lain yang belum tentu benar adanya. Tapi alhamdulillah masih ada Wahyu yang selalu ngertiin keadaan dan keinginan saya. Nuhun Kang…hehehe

Masalah lain adalah masalah dalam mengerjakan tugas kuliah yang katanya “kerja kelompok”, namun kenyataanya saya “kerja sendiri”. Seperti saat mengerjakan tugas besar matakuliah pemrograman 1 ( pemrogaraman bahasa C ), saya keteteran mengerjakan tugas dari buat programnya sampai buat makalahnya pula, hingga sering sekali baru tidur jam 3 pagi (mengerjakan tugas) dan bangun kesiangan jam 6 bahkan pernah jam7 pagi.

Sempat tidak enak badan alias sakit karena mungkin kurang tidur dan kurang makan 4 sehat 5 sempurna (kenyataannya, 4 gak sehat, 5 sempurna dengan minum kopi, hehehe). Hingga liburan semester 3 lalu saya sempat pulang ke bekasi, kakak Ipar saya, Teguh bercanda dengan mengatakan “Lo make obat ye (narkoba), badan lho kurus amat”. Wah pokoknya semester 3 itu agak nyentrik dan juga kadang buat stress juga.

Lupakan semester 3, saya jadikan bahan tuk koreksi saya kedepan, jadikan pengalaman yang berharga dan kenangan yang indah. Kadang kalau diingat, buat saya senyum sendirian juga…

Belum lama ini, kartu hasil studi (KHS) semester 3 sudah dapat diambil, nilai-nilai matakuliah sudah keluar semua. Saya ambil dan hasilnya, alhamdulillah naik dikit, dari IP 3,39 menjadi 3,43. Saya tidak begitu senang karena sebelum mengambil KHS tersebut muncul masalah baru tentang SKS tambahan yang saya ambil keatas (semester 6). Saat memberitahukan nilai saya ke keluarga dan Ibu saya, saya baru senang karena Ibu saya mengatakan “Selamat dan Makasih udah buat Mamah bahagia dan masalah SKS kamu dijalani aja dengan besar hati”. Seneng bangat rasanya membuat bahagia orang yg udah berjasa tuk hidup kita dan dulunya sering saya sakiti dengan kenakalan saya. Leganya hati ini..

Kemarin, ada dosen yang curhat atau bagi pengalaman tentang konseling mahasiswa. Alhamdulillah dapat ilmu. Namanya masalah, yang biasa kita anggap kurang enak untuk diri kita, bisa memberikan 2 pilihan ke kita yaitu ancaman dan kesempatan. Masalah akan memberikan kamu ancaman bila keberadaan masalah itu membuat kamu semakin terpuruk, sebaliknya masalah akan memberikan kamu kesempatan bila keberadaan masalah itu membuat kamu untuk berusaha lebih baik lagi. Hingga menghasilkan kesempatan kamu lebih.

Sebagai contoh mahasiswa yang kurang mampu dalam masalah keuangan, si mahasiswa yang baik adalah menganggap bahwa masalah keuangan tersebut akan membuatnya lebih giat lagi kuliah, konsentrasi penuh dan membuang semua angan-angan hampa. Sebaliknya mahasiswa yang butut, mungkin saja kuliahnya terlantar, putus asa atau bahkan bunuh diri.

Entah masalah apa lagi yang menghujani pikiran saya ini kedepan, saya hanya berusaha dan berdoa semoga apa yang saya lakukan bermanfaat buat saya sendiri dan orang-orang disekitar saya.

Alhamdulillah, syukurku padamu Ya Allah…

2 thoughts on “Jadikan Masalah Menjadi Kesempatan

  1. thanks, tulisan lw ngasih gw semangat buat terus jalan lagi kedepan, kadang gw agak malas kalo mikirin kuliah, beban hidup gw bertambah rasanya, tapi kalo w mikir orang rumah, beliau yang biayain kuliah gw, gw jadi malu ma diri gw. dan itu artinya gw harus terus SEMANGAT!!!! begitu juga dengan lw cuy!!!

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s