(biayakuliah + fasilitaskuliah + waktukuliah)semangat = kemandirian + kompetensi

Cerita pengalaman dari orang memang menarik banget. Kadang banyak pengalaman yang bisa kita sedot dari beberapa obrolan pendek dalam waktu yang singkat dan tidak direncanakan. Lah kok bisa tidak direncanakan ? Memang Allah selalu kasih motivasi / semangat baru saat kita lagi lelah-lelahnya.

Sebenernya udah lama mau jadiin artikel buat blog,,tapi baru kesampaian sekarang. Waktu itu saya selesai kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sekitar jam 18.30. Keingintahuan saya tentang salah satu tema RPL yaitu Object Modelling Technique ama UML-nya menggebu, tapi tidak didukung dengan badan yang gak fit, rasanya mau tidur terus karena tidur malam otak-atik tugas Kewirausahaan.

Pulang kuliah, mampir dulu ke Masjid sholat Maghrib terus cari makanan yang pas buat perut dan kantong. Kalu Malam, di Bandung banyak banget makanan enak, tapi gak enak di kantong,,muahal-muahal..huft..Tapi perut pengen banget makan nasi goreng..liat kiri-kanan,,Alhamdulillah ada.

Pas pesen, ada seorang ibu yang sedang membeli nasigoreng juga. Gak nyangka,,si Ibu nyerocos wae tanyain saya ini dan itu. Beliau cerita kalau anaknya juga sedang kuliah di Unikom semester 4 jurusan Management Informatika.

Yang jadi fokus pembicaraan dan jadi penginget saya adalah waktu si Ibu cerita tentang anak-anak beliau. Anak pertama dan keduanya setelah kuliah, langsung kerja, dan Alhamdulillah bisa dibilang sukses. Beliau cerita kalau dirinya focus banget ke pendidikan anak, semua pasti diberikan apapun untuk pendidikan anak asalkan nanti anaknya mandiri dan sukses.

Lalu beliau tanya tentang biaya hidup dari mulai harga kos-kosan, makan sehari berapa kali, kalau kuliah ada biaya lainnya tidak sampai beliau bertanya tentang biaya bulanan saya berapa. Mungkin si Ibu mau membandingkan dengan anak ketiganya yang kuliah di Unikom juga. Semua saya jawab apa adanya sesuai dengan kenyataan, karena saya emang suka banget dengan orang yang terbuka.

Namun saat saya jawab :
“biaya bulanan saya yang dikasih orang tua untuk hidup di Bandung Rp.xxxxxx”.

Beliau kaget dengan muka yang plenga-plengo,,
”kok bisa ?” kata si Ibu,

Lalu saya jawab “maksudnya ? memang anak ibu yang di Unikom berapa ?”.

Lalu beliau jawab “kalau anak ibu biaya segitu untuk perminggu, tiap minggu anak Ibu minta sekitar segitu ?”.

Dalam hati saya “lah,,buset….!!!”.

“Emang cukup segitu” kata si Ibu,

lalu saya jawab “insyaAllah cukup Bu,,kalu kurang saya pasti minta lagi,,itupun kalau benar-benar tidak ada pegangan. Saya emang biasain hidup sendiri dengan uang yang penuh perhitungan, kalu gak penting ya gak akan saya keluarkan, kalau masih bisa dipake ya dipake,,gk perlu beli yang baru”.

Lalu beliau tanya “berapa IP kamu,,nilai-nilainya bagus tidak ?”.
Saya jawab “Alhamdulillah, diatas 3 terus,,sempat turun saat semester 4 kerena masalah slack ma UNIKOM nya.

Lalu beliau bilang, memang kuliah itu modalnya cuma SEMANGAT dan KEINGINTAHUAN kita, kadang waktu, fasilitas dan biaya kuliah di nomerduakan. Percuma kalau punya banyak waktu, fasilitas lengkap dan biaya lebih dari cukup tapi kalau tidak punya semangat dan keingintahuan kita hari-hari kuliahpun terasa hampa.

Dari pembicaraan dengan si Ibu itu,,saya paham banget kalu pendidikan anak itu penting banget. Orang tua yang support anaknya dari masalah biaya dan fasilitas kuliah mungkin biasa, tapi kadang orang tua lupa kasih support anak-anaknya yang kuliah dari masalah mental dan semangat. Pembekalan ilmu agama dari obrolan dengan orang tua juga jadi kunci. Dengan itu semua, insyaAllah si anak bisa menjalani kuliahnya dengan baik.

Dapet rumus dikit tentang kuliah :

(biayakuliah + fasilitaskuliah + waktukuliah)semangat = kemandirian + kompetensi

Dari sekian banyak biaya,fasilitas,dan waktu kuliah akan bernilai null kalu gak punya semangat. Misalkan

biaya kuliah = 5, falilitas kuliah = 6, waktu kuliah = 8, semangat = 0.

Kalau dikalkulasiin, tetep bernilai 0 karena pengali-nya adalah semangat, jadi kemandirian dan kompetensi gak dapet juga.

Misalnya dengan anak A seperti :
Biaya kuliah = 8, fasilitas kuliah = 9, waktu kuliah = 8, semangat = 2
( 8 + 9 + 8 ) x 2 = 50 dimana 50 adalah kemandirian dan kompetensi

Tapi ada anak B yang seperti :
Biaya kuliah = 4, fasilitas kuliah = 5, waktu kuliah = 3, semangat = 9
( 4 + 5 + 3 ) x 9 = 108 ( kemandirian dan kompetensi )

Dari perhitungan sederhana saya diatas, anak A bisa dikatakan orang yang mampu dari segi biaya dan fasilitas tapi hanya memiliki nilai kemandirian dan kompetensi sebesar 50. Berbeda dengan anak B yang bisa dikatakan orang menengah dari segi biaya, memiliki nilai kemandirian dan kompetensi 108 yang jauh sekali dengan anak A.
Dari situ, kita dapat lihat bahwa nilai semangat kuliah itu penting banget. Jadi semangatkan dirimu untuk kuliah walaupun biaya, waktu dan fasilitas kuliahmu kurang…

Rumus diatas cuma unek-unek dan pikiran saya saja, mungkin teman-teman ada masukan lain atau ada yang ingin dikritisi…silahkan 🙂

Satu lagi yang penting,,jangan lupa kalau kita hamba Allah,,inget sama tujuan hidup kawan 🙂

One thought on “(biayakuliah + fasilitaskuliah + waktukuliah)semangat = kemandirian + kompetensi

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s