Pengalaman Ngedevelop

Setiap kita membuat sebaris kode program, pasti pernah mengalami error saat di debug. Kesalahan / error tersebut kadang membuat kita jengkel ataupun kesal, tapi alangkah bijaknya kita membaca, memahami dan mengerti akan error tersebut. Itulah pelajaran sederhana kita dalam mengkondisikan error untuk mencapai secercah kesuksesan.

Cerita sedikit pengalaman saya melakukan debug suatu project nyata (baca:mengerjakan project pembuatan website) bekerja sama dengan salah satu studio web di Bekasi, Saya diminta untuk membuat CMS salah satu toko online yang bertepat di Jakarta. Inilah awal debug project nyata pertama Saya dan berharap code program yang Saya ketik berjalan baik tanpa adanya error sehingga hatipun senang (baca:mendapat honor).

Dalam waktu kurang lebih 2 bulan saya melakukan debug, searching dengan Om Google untuk memecahkan error yang muncul dan mendapatkan referensi code sesuai permintaan pihak studio dan pelanggan. Hampir setiap hari Saya mesti mampir ke Warnet dekat kosan, belum lagi saat itu Saya Alhamdulillah mendapat kesempatan Kerja Praktek di salah satu Perusahaan Penerbangan ternama di Indonesia (baca: Dirgantara Indonesia) setiap hari dari Senin-Jumat. Jadi untuk melakukan debug project nyata tersebut hanya bisa dilakukan setelah pulang Kerja Praktek(malam), Sabtu dan Ahad.
Agak lelah sekali, maklum ini pertama kali dan ternyata project yang saya buat memiliki menu category yang banyak (bervariasi), namun itu semua saya coba tepis dengan menyemangatkan diri kalau semua ini akan selesai kalau kita niatkan untuk selesai. ( kamu adalah apa yang kamu pikirkan ).

Tidak terasa, debugpun hampir selesai 95%, pikir saya tinggal merapihkan design saja dan melakukan testing setiap menu agar terlihat error untuk kita perbaiki error tersebut. Saat-saat itu hanya memikirkan mau diapakan nanti honor yang didapat. Traktir keluarga dan teman dekat sebagai rasa syukur,,ya cuma itu…

Namun pihak studio web sebagai pemilik project dari pelanggan mengatakan bahwa project yang Saya buat sudah ada yang mengerjakan. Huft,,,Ini adalah error yang amat-amat menjengkelkan dan membuat hati saya frustasi. Mudah sekali pihak studio mengatakan seperti itu, tidak sebanding seberapa sulitnya saya melakukan debug project selama kurang dari 2 bulan.

Namun, seperti yang biasa kita lakukan dalam mengkondisikan error yaitu membaca, memahami dan mengerti akan error tersebut agar nantinya error tersebut tidak terjadi kembali saat kita coba untuk debug.

Disini saya mencoba untuk memilah-milah apa sebenarnya kesalahan saya sehingga terjadi error tersebut.

  1. membaca : Pihak studio / pelanggan ‘memaksa’ walaupun sebenarnya tidak ada informasi bahwa baik pihak studio atau pelanggan meminta saya untuk mengerjakan project dengan cepat.
  2. memahami : ketidakadaan informasi tersebutlah yang membuat baik dari pihak studio / pelanggan memberikan project tersebut kepada orang lain. Karena mungkin menganggap saya lamban dalam mengerjakannya.
  3. mengerti : dari proses membaca dan memahami, saya mengerti akan error yang saya buat yaitu “kurangnya komunikasi” antara saya, pihak studio dan pelanggan.

Dari ketiga proses tersebut, kejengkelan dan rasa kesal agak mengendur. Saya anggap ini adalah pelajaran yang manis yang saya dapat dalam nge-debug project tersebut. Semoga untuk kedepan tidak ada error tersebut kembali.

Sebagai tambahan, seharusnya saya juga membuat suatu nota kesepakatan (Memorandum of Understandings) dengan pihak studio dan pelanggan yang berisi tentang aturan-aturan seperti kapan project mesti selesai, kapan pembayaran project mesti dibayar, bagaimana bila salah satu pihak membatalkan pengerjaan project dan lain sebagainya. Sehingga error seperti ini tidak merugikan pihak manapun.

Ya sudahlah,,Saya yakin tidak ada yang sia-sia, dalam nge-debug project tersebut juga saya mendapatkan banyak ilmu tambahan. Yakin juga kalau segala yang terjadi pada diri kita sudah ada yang mengatur dan inilah kejadian yang terbaik untuk kita.

Yuah,,kita mulai belajar hal baru lagi…
Semoga ada manfaatnya dari pengalaman saya ini.

Iklan

3 thoughts on “Pengalaman Ngedevelop

  1. apa kabar mas adi…
    waduh udah lama g ketemu nih…
    lagi sibuk ya…

    gini mas.
    saya ada sedikit masalah dengan pikiran saya kedepan..
    kira2 saya lulus smk ingin kuliah apa langsung kerja.??

    nah trs kerjaan saya kalau saya tidak kuliah itu apa?
    apa wirausaha apa kerja dengan orang lain? saya masih blm banyak dapat pengelaman kerja mas adi.. 🙂

    hehe…
    trs gmn project web design kita jadi kagak? 😀
    itung2 nyari seseran 😀

    Salam hangat virgi dan keluarga di lampung

  2. baik oy,,alhamdulillah,,sory br bales…

    emngnya kita pernah ketemu ya…;)

    sibuk mikirin TA niy kwn…;)

    aduh virgi,,,jgn terlalu mikirin masa depan,,pikirin aja yg sekarang n besok,,karna sekarang n besok juga secara gak langsung ngaruh sm masa depan kita,,klu skrg n besok ngelakuin yg terbaik,,insyAllah masa depan jg baik…

    kuliah aja virgi,,km udh dpt ilmu codingnya(praktek)..pas kul nti insyAllah km dpt ilmu develop(teori) program…teori itu penting,,ibarat konsep kwn..coding itu bakal gmpang klu kita ngerti konsepnya..itu mnurut sy…

    jd kuliah aja ya,,;)

    maaf bgt virgie,,sy lg konsen ke Skripsi sy,,1 tahun lagi insyAllah,,doain ya..stelah lulus nti,,sy coba pikirin..

    hehhehe,,salam balik ya..;)

  3. Ping-balik: Flashback 2010 dan Planning 2011 | Adiputra's Blog…

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s