Sudah 22 Tahun…

Tepat genap sudah 22 tahun di tanggal 22 Maret 2011 ini. Segenap hati hanya bisa mengucap syukur kehadirat Allah Subhanallah Wata’ala karena atas kehedaknya saya masih diberikan kesempatan menghirup udara ini. Berusaha semaksimal mungkin mewujudkan harapan baik pendek maupun panjang dari setiap hirupan udara-Nya. Dengan harapan tersebut, semoga bermanfaat untuk keluarga, teman-teman dan orang-orang sekitar.

Tulisan ini akan menjadi pengingat waktu-waktu yang akan datang saat ada kesempatan untuk membaca kembali tulisan-tulisan yang terekat. Waktu-waktu yang akan datang ? Ya,,waktu yang akan datang seperti halnya saat saya membaca kembali beberapa tulisan-tulisan lusuh yang lama dan tidak tertata rapi sekarang. Saya tidak akan menghapus atau memperbaharuinya. Kenapa ? karena dari tulisan tersebut, saya dapat mengenang kembali suasana saat menuliskannya. Beberapa kenangan yang sulit untuk diingat..terlupakan..dan mungkin tergusur dengan kenangan-kenangan baru. Kenangan baru yang muncul seiring nafas yang terus berhembus diikuti dengan berbagai kesalahan dan pengalaman kehidupan.

Beberapa pesan singkat datang dengan berbagai macam doa. Doa dengan banyak permintaan kepada-Nya. Namun dari beberapa doa tersebut, tertulis singkat dalam pesan :

“Nang met ultah ya, slalu sehat, bertambah baik ibadahnya dan tercapai apa yang diharapkan. Amin”

Pesan yang dikirim best people dalam kehidupan saya. Ibu..ya..pesan sederhana yang saya terima itu adalah kiriman dari ibu saya. Sayangnya saat pesan tersebut masuk melalui ponsel saya tepat jam 4 pagi 26 menit 14 detik, saya tidak sadar..terlelap..mati dalam kelelahan mengerjakan tugas akhir saya semalaman. Pesan sederhana..singkat..ya sangat pendek..namun memiliki makna yang dalam karena sudah beberapa kali saya telat kesiangan bangun untuk sholat shubuh, sholat sunnah pun berkurang akibat tugas akhir yang ingin saya selesaikan secepatnya walaupun mata perih, badan lemah…kurang tidur..

“bertambah baik ibadahnya” kutipan pesan itu sudah sangat cukup untuk mengingatkan anaknya yang alpa ini. Seakan-akan ia menampar pipi saya dengan tangannya yang kasar nan keras karena tangan-nya sudah sering sekali bekerja untuk makan anak-anaknya ketika seorang ayah meninggalkan saya dan keluarga. Lantas saya hanya bisa termenung..dalam..”ya ini harusnya tidak seperti ini..Thanks God, Thanks Mah..” terucap lirih setelah saya sholat shubuh sekitar jam 6 pagi kurang 15 menit, ketika membaca kembali pesan darinya. Pesan tersebut sudah saya baca pertama kali saat bangun dengan pesan-pesan lainnya yang masuk dari ponsel saya.

Sudah 22 Tahun..ya 22 tahun..entah kapan akhir hidup ini akan datang. Mendengar salah satu lagu yang saya putar random dari komputer saya. Sampai saya repeat lagu itu terus dan terus lagi, entah kapan akan saya tentukan kondisi until nya. Saya takut..ya takut..bercampur rasa malu karena sudah 22 tahun ini saya rasa kurang bermanfaat untuk keluarga dan orang-orang sekitar saya. Saya coba kembali merapihkan list-list rencana saya dan melakukan perubahan yang baik untuk hidup saya kedepan. Jadi ingat tema bab dalam buku Novel 9 Matahari.

“You Can Change All Things For The Better When You Change Your Self For The Better”

Makna yang sama dalam arti surat di Al-Qur’an

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” [Ar-Ra’d : 11]

Moga selalu diberikan keteguhan dalam menjalani sisa nafas ini dengan kebaikan untuk mengubah keadaan kita menjadi lebih baik lagi…

2 thoughts on “Sudah 22 Tahun…

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s