Katakan Tidak Untuk Perayaan Tahun Baru

Jumat kemarin 30 Desember 2011, saya sholat jumat di dekat kantor saya, Jakarta Utara. Khutbah jumat itu membahas tentang perayaan tahun baru yang tidak lama akan diadakan besar-besaran. Menarik sekali mengingat kegiatan ini selalu diadakan kaum muslimin di Indonesia. Yang saya tangkap dari khutbah jumat itu adalah pemborosan biaya dari perayaan tahun baru. Pemborosan tersebut dilihat dari dana yang dikeluarkan untuk membeli kembang api dan petasan yang dari tahun lalu sekitar puluhan sampai ratusan juta rupiah. Disela-sela ceramah sang khotib, terniang selalu kalimat “Barang siapa yang bersyukur, maka akan Aku tambah nikmat nya. Dan barang siapa yang tidak bersyukur (ingkar), maka siksaKu amat pedih” tambahnya lagi, “tidak salah kalau bencana terus-terus menghempas negara Indonesia ini”.

Negara kita memang sangat kaya, bahkan dalam petikan lagu Koesplus bilang “Tanah kita, tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Layaknya kekayaan itu disyukuri dengan memanfaat kan segala kekayaan dengan baik, bukan dibuang-buang begitu saja.

Coba bayangkan dana berpuluh-puluh juta tersebut untuk membakar petasan dan kembang api apa tidak sayang [?]. Pejabat yang katanya wakil nya rakyat mungkin jarang melihat atau pura-pura tidak melihat (rakyatnya) pengemis tua renta yang tidur telanjang dingin di jembatan sekitar pinggiran Jakarta. Apa mereka tidak melihat dan mengalami ancaman dari banyaknya preman-preman di Jakarta. Preman-preman yang susah mencari pekerjaan karna tidak memiliki kopetensi atau skill. Tidak memiliki skill karna biaya pendidikan yang mahal. Belum lagi masalah-masalah lainnya di kota-kota besar lainnya.

Coba kalau puluhan juta dana itu dipakai untuk memberikan traning kepada preman-preman untuk bisa bekerja yang layak. Sarana tempat tinggal yang layak buat pengemis dan hal lain yang berguna buat yang kekurangan. Pastinya lebih dikatakan kalau kita (negara kita) “bersyukur” sehingga nanti akan ditambah dan ditambah terus rizki untuk negara kita. Bukan bencana yang terus-terusan mampir ke “tanah surga” kita.

Setelah jumatan, saya coba cari artikel yang berkaitan dengan perayaan tahun baru dilihat dari kacamata islam. Searching di muslim.or.id, rumaysho.com dan beberapa situs artikel islam, saya temukan artikel bagus sekali.

http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2844-10-kerusakan-dalam-perayaan-tahun-baru-.html

Di artikel tersebut disebutkan 10 kerusakan dalam perayaan tahun baru. Ternyata banyak yah yang belum kita ketahui.

Dari artikel itu, moga kita bisa tahu apa saja kerusakan dalam perayaan tahun baru bagi seorang muslim. Semoga kita sebagai muslim dapat menjalankan perintah dengan kalimat “Sami’ na Wa Atho’ na” Kami Dengar dan Kami Taat.

One thought on “Katakan Tidak Untuk Perayaan Tahun Baru

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s