Penjara tempat senang-senang bukan tempat perbaikan diri

Kalau dari judul blog ini, ada yang salah gak ?
Bagi saya pribadi, judul tersebut terbalik..Tapi pasti anda tahu bahwa memang benar bahwa penjara di indonesia tempat senang-senang, jarang untuk tempat perbaikan diri.

Saya menuliskan judul tersebut bukan asal, tapi pengalaman teman dekat saya sendiri. Teman saya, sebut si J, tertangkap polisi sebagai pemakai dan pengedar narkoba di bekasi. Saya sendiri mengenal teman saya sewaktu SMK, polos..mungkin karena dia dari pedalaman jawa, belum mengenal bekasi seperti apa.

Setelah lulus SMK, saya kuliah, dan si J mencari kerja. Si J sulit mencari kerja dikarenakan umur setelah lulus hampir 24th dan mencari kerja di bekasi untuk lulusan SMK agak sulit kalau tidak ada “orang dalam”.

Saat masih kuliah di bandung, saya sering dikunjungi oleh si J untuk sekedar bermain “pengen tau kota bandung”. Ngobrol, cerita dan curhat kerjaan dia.

Pertengahan Juli 2011, saat lagi panas-panasnya skripsi, saya dapat kabar dari teman saya di bekasi bahwa si J tertangkap polisi karena menjual dan memakai narkoba, lengkap dengan barang bukti. Kaget dan mm..tambah panas bulan-bulan Juli tuh. Teman-teman se-SMK banyak yang menanyakan kebenaran atau tidaknya berita tersebut.

Saya mulai menghindar dari lingkungan si J, tidak menjawab contact dan smsnya guna menghindari “biasanya” penelitian polisi. Satu hal pelajaran buat anda, saat ada teman yang masuk masalah seperti ini, jangan sekali-sekali mendekat ke lingkungannya mengingat polisi pasti mencari tahu siapa yang juga bermain bersama dengan si J.

Kenapa ? Karena anda tahu saat proses face to face diskusi antara si J dan polisi, polisi melakukan tindakan keras agar si J memberikan informasi lengkap mengenai siapa dan dimana narkoba tersebut didapat. Dan anda tahu, saat seperti itu, mungkin saja si J sembarang menyebut nama anda.

Kenapa takut ? Saya tidak bersalah kok ?

Anda pasti tidak akan mau kan berurusan dengan polisi. Urusan dengan polisi itu ribet, kadang bahkan meminta dana x rupiah walaupun akhirnya kita tidak bersalah.

Saya sendiri baru mulai sms dan terima telpon dari si J setelah disidang dan dinyatakan telah masuk ke penjara selama X tahun. Sampai awal tahun 2012, saya mulai terbuka untuk berniat mengunjungi teman saya.

Beberapa waktu, si J sms bahkan telpon saat saya bekerja. Menanyakan tentang kabar atau minta tolong bawakan makanan. Awalnya saya berpikir wajar, namun kini sering sekali sms dan telpon menanyakan hal yang aneh mengingat si J dipenjara, bukan di tempat umum. Hal aneh tersebut seperti meminta dibuatkan akun facebook, menanyakan bagaimana nonton youtube. WAW, dipenjara bisa ya..

Dari situ, berita-berita soal si Gayus dan pejabat lain atau artis-artis masuk penjara = “gemuk” itu gak asing buat saya. Keadilan di indonesia itu bisa dibayar pakai uang. Kalimat yang pasti sering anda dengar di berita.
Jadi apa gunanya penjara ?!!!

Balik lagi ke judul diatas..
Namun saya berpikir tidak semua penjara jadi gunanya seperti itu. Justru ini harus jadi bahan perbaikan lagi untuk pihak terkait terutama pemerintah dan kepolisian.

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s