Masalah Buruh dan Pengusaha

BUATLAH RENCANA HIDUPMU SENDIRI ATAU SELAMANYA JADI BAGIAN DARI RENCANA HIDUP ORANG LAIN.

Kutipan kalimat yang saya baca dari buku “The Magic Of Dream Book” milik om Rangga Umara ini dalem. Buat rencana sekarang atau nanti jadi selalu ketergantungan dengan orang lain (baca : karyawan / pekerja perusahaan). Masalah demo yang dilakukan oleh banyak buruh belum lama ini untuk menaikan jumlah ‘gaji’ mestinya tidak ada lagi jika kita mau memulai untuk mandiri dan membuka usaha sendiri.

Saya tidak menyalahkan buruh, tidak juga menyalahkan pengusaha. Orang tua dan kakak saya memberikan kesempatan sekolah saya sampai Sarjana adalah seorang buruh, dan itu jadi point penting kalau buruh “emas” dimata saya. Sedangkan pengusaha, saya tahu sedikit bahwa untuk mendirikan perusahaan dan survive ada saja biaya “pungli” lain yang diminta perusahaan dari berbagai pihak termasuk pemerintah yaaaang jumlahnya gak kecil. Anda harus mengatur banyak hal, saingan perusahaan anda, marketing dan pertumbuhan perusahaan yang selalu anda pikirkan.

Lalu apa solusinya masalah buruh ini dengan pengusaha ??

Ini hanya pemikiran saya, baik pengusaha atau buruh sama-sama menguntungkan atau minimal ada pikiran, “anda untung dulu, baru nanti kita sama-sama untung“. Kerjasama untuk saling menguntungkan adalah konsep pemikiran yang baik untuk anda sebagai buruh bekerja pada perusahaan dan anda sebagai pengusaha.

Anda (buruh) harus selalu berpikiran bahwa perusahaan ini adalah “perusahaan saya”, “usaha saya” yang akan memberikan value buat hidup anda nanti kedepan. Jadi, mulailah bekerja dengan maksimal, memproduksi produk yang baik dan menguntungkan perusahaan. “Untung perusahaan adalah keuntungan anda juga”. Jangan sampai ada pikiran bahwa anda bekerja hanya untuk mendapatkan gaji semata, tapi mulainya berpikir bahwa saya (buruh) bekerja untuk memajukan perusahaan guna mendapat keuntungan besar sehingga nanti ada kelebihan keuntungan untuk saya.

Lalu bagaimana posisi pengusaha ??

Anda (pengusaha) seharusnya berpikiran bahwa buruh adalah keluarga. Anda mesti berusaha untuk terbuka menyampaikan informasi bahwa keuntungan perusahaan kita tuh segini dan begini. Masalah yang timbul di perusahaan kita tuh ini dan itu. Keterbukaan inilah yang mesti disampaikan oleh keluarga (baca :buruh) anda.

Point dari keterbukaan ini apa ??

Rasa percaya dan rasa yang timbul dari keluarga anda (baca;buruh) bahwa keluarga anda itu dianggap penting untuk kemajuan perusahaan anda. Mereka (buruh) yang tahu persis apa dan bagaimana kejadian di lapangan soal alur bisnis anda. Mereka yang tahu apa tanggapan dan respon dari customer anda tentang produk anda. Mereka yang tahu persis kualitas dari produk yang anda akan jual. Jadi mulailah terbuka dengan keluarga anda ya.

Keterbukaan ini anda dapat lakukan dengan diskusi santai berkumpul dengan keluarga(buruh). Dalam diskusi tersebut, tanyakan terlebih dahulu masalah mereka(buruh), tanyakan ada masalah apa di perusahaan?? ada ide apa nih biar customer kita lebih memilih produk kita dibanding perusahaan lain ?? dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang bisa anda gali sebagai pengusaha tentang kejadian-kejadian di lapangan. Dari diskusi ini anda dapat banyak informasi untuk anda jadikan list untuk mengambil keputusan. Selain itu, si keluarga anda (baca:buruh) merasa bahwa dia berkesempatan / berkontribusi untuk membangun perusahaan. Ini hal yang buat buruh merasa nyaman dan merasa kalau dirinya dihargai sebagai kontributor perusahaan.

Jangan lupa untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan perusahaan dan biaya-biaya perusahaan yang dikeluarkan sehingga buruh anda tahu bahwa apabila ada keuntungan lebih atau mungkin perusahaan kita lagi minus. Jangan segan untuk menambah gaji atau minimal memberikan hadiah kepada buruh atas keuntungan lebih kita sebagai pengusaha.

Terus saya (pengusaha) untung lebih darimana kalau keuntungan selalu diberikan ke buruh ??

Susahnya ini kalau pengusaha ingin untung banyak terus. Konsep “menguntungkan orang lain dulu, baru sama-sama menguntungkan” kurang. Siap-siap saja buruh anda pergi dari perusahaan atau yang terjadi sekarang, Demoooo di perusahaan anda.

Kesimpulan pemikiran saya,

Buat pengusaha,
Kalau TIDAK mau terbuka dan merangkul buruh untuk sama-sama memajukan perusahaan, serta memberikan hadiah plus bila mendapat keuntungan lebih. Siap-siap saja di demo, siap-siap saja di tinggalkan oleh buruh ke perusahaan lain. Jadilah pemimpin perusahaan yang selalu mendengarkan masukan-masukan dari buruh. Ikuti gaya pak Jokowi / Umar Bin Khattab yang lebih dekat dengan bahawan, mendengarkan langsung tanggapan dan ide dari mereka (buruh).
Atau saran saya, cobalah merekrut ROBOT.

Buat buruh/karyawan,
Mari bekerja dengan tujuan kalo perusahaan itu adalah perusahaan kita sendiri. Maju mundurnya perusahaan akan berakibat pada kita kedepan. Bekerja dengan efektif dan mulailah berkontribusi ke perusahaan kita, sumbangkan ide-ide untuk perusahaan. Catet dan buat list kejadian-kejadian yang akan berakibat buruk ke perusahaan untuk anda sampaikan ke perusahaan. INGAT, perusahaan tidak selamanya untung, dan pasti ada banyak pengeluaran lainnya selain pengeluaran menggaji anda.
Atau saran saya jika anda tidak mau memulai untuk seperti ini, mari mulai untuk mandiri buka usaha sendiri. Buatlah rencana hidupmu sendiri atau selamanya jadi bagian dari rencana hidup orang lain.

Semoga demo tidak ada lagi di jakarta, bekasi, tanggerang dan daerah-daerah lainnya. Jakarta macet n ruwet Om-om..kalo tambah demo lagi makin gak karuan..:(

Salam damai buruh dan pengusaha.

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s