ASURANSI itu JUDI ??

Daar..mungkin anda kaget dengan judul diatas yaa ? terutama yang sudah beberapa tahun gabung yang namanya asuransi ini itu dan lain-lain. Tulisan ini menyambung diskusi saya dengan teman kerja belum lama ini. Simak beberapa diskusi yang saya lakukan dengan teman kerja saya.

A : pemakai dan pengikut asuransi
C : saya sendiri.

Pertama, diskusi saya dengan si A.
Awalnya, ada orang yang bertanya soal asuransi syariah pruden***l (yang akan saya sebut asuransi X). Lalu si A menjelaskan dengan sangat detail. Karna melihat si A detail banget jelasinnya, saya penasaran sebenarnya bagaimana aturan dan cara main di asuransi pruden***l.

A : “Asuransi X yg saya tahu itu ada 2 pak, syariah dan konvensional. Anehnya saya lebih cocok dengan konvensional, karna menurut saya lebih SYARIAH.”
C : saya ikut bertanya, “Emang gemana SYARIAH-nya Pak, kok bisa yg konvensional”
A : “Yang syariah itu hanya dana untuk asuransi saja, selang beberapa tahun baru dibagi dengan dana untuk tabungan. Gak enaknya kalau kita mau keluar dari asuransi itu tapi belum ada tabungan kita tidak dapat apa-apa Di…”
C : “ooo begitu Pak, waduh..rugi atuh yaak..”
A : “Iya, gak enaknya itu. Beda dengan yang konvensional, saat setup awal, dana yang kita kasih itu sudah ditentuin…mau berapa persen nih ke asuransi dan ke tabungan.”
A : si A lanjutin “Kalo berminat, telp Agennya aja Di..Jadi Agen asuransi ini tuh sebenernya sekarang gk perlu muter-muter cari pelanggan, tapi pelanggan itu yang cari Agen karna pelanggan sekarang ini tahu pentingnya ber-asuransi, terutama asuransi kesehatan”
A : “Sekarang gini Di, kamu masih muda, mungkin belum ada penyakit yang berat. Sekali tiba-tiba ada penyakit yang berat, kamu belom gajian, sodara gak punya dana lebih,,susaaah banget Di rumah sakit tuh terima kita sakit. Minimal sekarang buat DP 3.000.000 mesti keluar. Itu buat DP doank…Bayangin…Tapi kalo nti kamu punya kartu asuransi ini, enaak aja tuh, rumah sakit pasti bilang ‘monggo Pak’ ”
C : Saya hanya mangguk-mangguk aja, ada pikiran yang dulu sempet baca di salah satu artikel islam yang masih saya pegang. Dan saya malas untuk debat, karna waktu sholt jum’at sebentar lagi.

Dari diskusi sebentar itu, saya ambil kesimpulan tiap orang selalu ada pikiran untuk “prepare”. “nanti kalau ini gemana, terus gemana, dan solusinya gemana”. Yaaa sebagian orang mikir panjang untuk masa depannya. Dan itu kewajaran bahkan saya pikir itu pemikiran yang baik. Tapi,,kadang kita melupakan tawakal kepada yang Maha Kuat, selalu bersandar ke seorang, benda atau apapun yang LEMAH. Bahkan, saya sebut Asuransi ini adalah sandaran yang salah, walaupun kita tahu tawakal itu mesti diikuti dengan USAHA dan DOA. Kombinasi kata yang sering kita dengar, USAHA, DOA dan TAWAKAL.

Asuransi ini adalah sandaran yang salah

Loh kok bilang gitu ?? berarti kalau saya berobat ke dokter itu juga bentuk sandaran saya yang salah donk ?? bukannya itu perantara yah ?? Allah turunkan perantara kita untuk sembuh dengan dokter ??

SALAH disini sebenarnya bukan maksudnya seperti itu. Saya coba jelaskan pemikiran saya bahwa itu salah.

Awalnya, kita tiap bulan transfer dana ke asuransi X sebesar Rp.xxx. Dengan ketentuan, kerja sama kita dengan asuransi X itu selama 10 tahun. Ketentuan lain adalah, apabila dalam tempo waktu 10 tahun kedepan kita mengalami sakit parah dan harus berobat ke rumah sakit. Maka Asuransi X akan memberikan dana sebesar Rp.xxx walaupun dana yang kita transfer ke asuransi X kurang dari Rp.xxx yang diberikan Asuransi X. Pada kondisi ini kita UNTUNG, karena saat kita sakit, ada bantuan dana dari Asuransi X. Namun pada kondisi lain, saat dalam waktu 10 tahun kita tidak sakit. Kita tidak dapat apa-apa dan uang yang kita transfer selama 10 tahun per bulan itu TIDAK KEMBALI atau bahkan TIDAK SESUAI KEMBALIAN SELAMA 10 tahun. Pada kondisi inilah kita RUGI.

Coba anda bayangkan lebih dalam lagi…alur si Asuransi jalanin usahanya…
Masih gak mudeng jugaaaaa ??

Let’s back to child…dulu kalo yang tinggal di kampung, ada acara Film Tancep atau sejenisnya, pasti ada orang yang nongkrong..bawa lingkaran dengan jarum penunjuk untuk dijadi-in undian / judi.

“Ayo pasang-pasang, angka mana yang ditunjuk oleh jarum ini…yang pas bisa ambil uang taruhan anda dan taruhan lain…”

Kalau yang belum pernah main Judi kecil-kecilan ini saya jelaskan sederhananya. Jadi ada Tukang, Saya dan 3 Orang Lainnya. Dalam lingkaran dan jarum penunjuk angka. Angka tersebut ada 1,2,3,4,5,6. Saya memilih angka 2, dan 3 orang lainnya memilih angka 1,3, dan 5. Sedangkan si Tukang itu tidak memilih angka. Dalam memilih angka tersebut, saya dan 3 orang lainnya itu menaruh uang taruhan, bebass mau berapapun. Saat si Tukang memutar si Jarum ada 3 kemungkinan.

  1. Pertama, Jika jarum penunjuk mengarah ke angka 2, Saya UNTUNG, saya dapatkan uang saya dan uang 3 orang lainnya. 3 Orang lainnya RUGI dan si Tukang tidak rugi dan tidak untung.
  2. Kedua, Jika jarum penunjuk mengarah ke angka yang dipilih oleh salah satu ketiga orang lainnya. Saya RUGI karena uang saya hilang dan salah satu orang lainnya UNTUNG dan yang lainnya RUGI, lalu si Tukang…aman, gak UNTUNG, gak RUGI
  3. Ketiga, Jika jarum penunjuk tidak mengarah ke angka 2 dan angka 3 orang lainnya. Hanya si Tukang yang UNTUNG, yang lain RUGI.

Sampai sini jelas ??
Coba kita samakan dengan si TUKANG == si Asuransi X. Gemana ayo ?? seperti JUDI kaan asuransi tuh ?? Parahnya, kesehatan kita yang jadi trigger / event apa kita untung atau kita rugi.

Jadi benar gak kalo saya berikan judul ASURANSI itu JUDI ??

Ini hanya pemikiran saya sendiri yaa, saya hanya menambahkan, baiknya baca lengkap di artikel ini :
http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/3731-ghoror-judi-dan-riba-dalam-asuransi.html

Solusi saya, Keep believe kalo Allah itu Maha Pengatur, Allah itu Maha Melihat USAHA kita dan Allah itu Maha Mendengar doa-doa Kita. Tawakal dengan yang Maha Kuat jangan sama yang setara sama kita.

USAHA dengan menabung sebisa kita menabung. Ketika memang kita ditakdirkan untuk sakit berat / parah. Jalani saja proses tersebut diselingi DOA. Bukankah kita sakit itu apabila sabar akan terhitung sebagai penghapus Dosa ??

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menunjukkan kepadanya jalan keluar dari kesusahan, dan diberikanNya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, nescaya Allah mencukupkan keperluannya.”

(Surah At-Talaq ayat 2-3)

2 thoughts on “ASURANSI itu JUDI ??

  1. Sebenarnya ada banyak hal yang perlu di pahami tentang asuransi.. dalam kondisi saat ini dimana kita tak tahu kedepannya kita baik2 saja.. Asuransi terlihat sebagai sesuatu yg percuma.. bahkan RIBa kl menurut Islam.. Tapi ketika kita membutuhkan barulah Asuransi itu terlihat

    dengan kondisi (Jakarta) yang tidak bagus, polusi, cuaca yg tak mendukung.. sakit itu bisa terjadi. tapi perlu diketahui yang namanya kecelakaan kita tak pernah tahu..

    10 tahun ternyata kita tidak sakit.. kt jgn liat ruginya.. lihat untungnya.. karena kita menyimpan uang itu untuk nanti digunakan. selama ini sy gk pernah berfikir nabung di bank riba.. karena sebenarnya uang yg kita tabung itu malah berkurang?!? lalu simpan aja di rumah ngak usah di kasi ke bank.. itu tidak salah.. tp kadang namanya uang kalau ada di kantong bawaannya itu setan.. ya ujung2nya.. mengeluarkan untuk hal yang tidak benar.. ato sesat!

    Asuransi emang terlihat sesat.. dengan Riba etc.. tp akan lebih sesat bila kamu memegang uang lalu jadi incaran maling, keinginan yg pengen belanja dll.. lagian dgn ngasi asuransi.. km sebenarnya memberi nafkah orang .. bukan memperkaya seseorang..

  2. @Gunawan : mas coba tolong bedain ya mas, antara menabung dengan asuransi..menurut saya menabung n asuransi itu beda. Kalo mas sekarang asuransi per bulang 100rb selama 1 tahun misalnya, jadi ada uang 1.2jt..apa selama setahun itu uang 1.2jt di asuransi akan kembali ke kita ??
    setau saya enggak mas..kepotong dengan lain-lain. Beda dengan menabung, 1.2jt ya tetep 1.2jt..gk berkurang dan mungkin lebih (karna bunga riba, sy belum berani bahas ini karna blom ada ilmu). Yang saya permasalahkan itu adalah proses mas, persis kaya judi asuransi tuh. Satu lagi yg jadi masalah adalah rasa tawakal mas, malu saya bilang muslim, tapi masih aja bersandar sama benda mati / manusia. Gak PEDE kalo kita gk punya asuransi.

    Kalau masalahnya adalah gk bisa manajemen keuangann sendiri lalu dihambur-hamburkan gk jelas, sehingga yg mas bilang “mengeluarkan untuk hal tidak benar..ato sesat!” itu kembali lagi ke masing-masing mas. Saya cenderung memisahkan keuangan dinamis(yg sering dipakai sehari-hari) dengan keuangan lain(tabungan masa depan).

    Kita masih diperbolehkan menabung d bank mas, walaupun riba karna alasan keamanan dan kebaikan. Mas bisa baca di artikel ini http://www.konsultasisyariah.com/hukum-menabung-di-bank/

    “lagian dgn ngasi asuransi..km sebenernya memberi nafkah orang..bukan memperkaya seseorang..”

    Kalau masalah ini, sebenernya tanpa asuransi, bnyak cara lain agar kita bisa memberi nafkah YANG BERKAH ke orang lain, tanpa harus ber-asuransi
    ..Saya sebut berkah karna kenapa, pekerjaan ini setahu saya tidak diperbolehkan alias haram. Saya pernah denger ayat, yang intinya, “janganlah kalian saling tolong-menolong dalam kejahatan.”. Lalu, pernah tidak mas denger hadits, “peminum, penuang, pengantar khamar/miras itu dilaknat oleh Allah” ??

    Saya justru senang sekali dengan harta yg berkah, doa kita mudah diijabah dan pasti ada jalan keluar ditiap permasalahan. Saya ingat hadits, yang intinya “barang siapa yang meninggalkan keburukan karna Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi”. Semoga pekerja muslim berkecimpung dalam asuransi mau mulai berpikir lebih dalam lagi soal asuransi.

    Ini mungkin artikel soal bolehkah bekerja di perusahaan asuransi : http://pengusahamuslim.com/ayahku-pegawai-asuransi

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s