KPR (Meminjam Uang Dari Bank) = Haram ??

Tulisan saya mengenai membangun rumah, dengan KPR atau buat sendiri ? itu lagi semangat-semangatnya cari pinjeman alias kepingin KPR Rumah. Dengan tujuan, setelah nikah sudah tidak tinggal di rumah orang tua. Tapi semangat itu beberapa bulan lalu luntur sejak teman menceritakan kalau meminjam uang dari Bank itu haram.

Setelah saya cari tahu sana sini. Ada artikel singkat di KonsultasiSyariah yang menjelaskan seseorang yang berniat meminjam uang untuk mengembangkan usaha.

—-
Pertanyaan :
Bagaimana hukumnya kalau kita utang di bank dengan tujuan mengembangkan usaha. Apakah ini termasuk hutang yang dilarang agama? Terima kasih

Jawaban :
Disebutkan dalam hadis dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang makan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Turmudzi, Ibnu Majah dan disahihkan Al-Albani)

Dalam riwayat yang lain, dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat 10 orang: pemakan riba, pemberi makan riba, dua saksi transaksi riba, dan orang mencatat transaksinya.” (HR. Ahmad 635).

Dalam riwayat Baihaqi terdapat tambahan:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: “Mereka semua sama.” (Baihaqi dalam As-Shugra, 1871).

Siapakah pemberi makan riba?
Dalam Aunul Ma’bud Syarh sunan Abu Daud dinyatakan:

“Pemberi makan” maksudnya yang memberikan riba kepada orang yang mengambilnya. (Aunul Ma’bud, 9:130)

Dan masih banyak penjelasan lainnya, yang semuanya memberikan kesimpulan bahwa “pemberi makan riba” adalah nasabah yang berutang ke rentenir atau bank. Konsekuensinya, dia harus memberikan bunga kepada bank. Meskipun dia sama sekali tidak makan riba itu, tapi bank-lah yang makan.

Al-Khatib mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman yang sama pada keduanya, karena mereka sama-sama terlibat dalam perbuatan itu (transaksi riba) dan saling membantu untuk melakukannya. Meskipun yang satu untung dan yang satu terzalimi.” (Faidhul Qadir, 1:53)

Berdasarkan kesimpulan di atas, meminjam dari bank meskipun untuk tujuan usaha yang halal, statusnya terlarang. Karena bagaimanapun bank akan mempersyaratkan riba, meskipun bisa jadi usahanya untung besar, dan bisa menutupi cicilan bank. Namun hakikatnya itu bukan bagi hasil, tapi itu riba yang telah ditetapkan nilainya di awal transaksi. Sebagai orang yang beriman, tentu kita tidak ingin mendapatkan laknat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[ ref: http://www.konsultasisyariah.com/hukum-meminjam-uang-di-bank-untuk-usaha/ ]
—-

Saya berpikir, bagaimana mungkin rumah yang akan kita tempati untuk istri dan anak nanti hasil dari proses yang terlarang bahkan terlaknat oleh Nabi. Mungkin untuk mengembangkan usaha dengan meminjam uang dari Bank pun tidak berkah, apalagi rumah.

Semoga nanti ada jalan dan kemudahan untuk membangun rumah sendiri. Selalu ingat hadits

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Hadits diatas dikutip dari artikel : http://rumaysho.com/hukum-islam/muamalah/3549-jika-rokok-haram-siapa-yang-akan-hidupi-petani.html

Semoga hidup keluarga kita berkah dengan aturan islam yang sudah sempurna.

3 thoughts on “KPR (Meminjam Uang Dari Bank) = Haram ??

  1. Like this,
    Tapi yang jadi masalah sekarang kalo penggajian harus melalui bank alias transfer via bank …
    dulu sebenarnya saya nggak mau punya rekening bang, tetapi setelah mendapat pekerjaan mau tidak mau harus buka rekening banmk, bingung juga, tapi yang jelas saya berusaha untuk tidak melanggar syariat lebih jauh lagi….

  2. @Bee Robert : halo mas Robert, sebenarnya memang kita sekarang hidup diantara riba..Orang-orang terutama muslim, tahu hukumnya apa riba itu. Org yang kuliah di flag islam pun masih saja bermain dengan deposito dan asuransi lainnya. Padahal, mas mungkin tahu pula bahwa riba termasuk dosa besar (http://tauhiddansyirik.wordpress.com/2010/06/15/648/). Teman saya yang notabene lulusan SMK Islam yang terkenal baik pelajaran aqidahnya pun bangga jadi karyawan suatu bank.

    Mengenai penggajian yang kini selalu melalui bank, mungkin bisa disiasati dengan mengambil uang gaji langsung saat gaji sudah di transfer oleh perusahaan. Namun jika mas merasa takut mengambil uang banyak dan menaruhnya di rumah, sebenarnya islam itu mudah, mas dibolehkan untuk menyimpan uang di bank dengan alasan keamanan. Walaupun memang lebih baik mas simpan selain di bank.

    Mungkin artikel yang lebih jelas mas bisa baca-baca di halaman ini : http://pengusahamuslim.com/hukum-menabung-di-bank

    Semoga lebih berkah ya mas hidup yang sementara ini, terutama untuk anak dan istri kita nanti.

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s