Hindari mendahului imam saat sholat berjamaah

Beberapa waktu saya dan istri sholat berjamaah. Saya paling tidak suka ketika menjadi Imam didahului terutama ketika hendak sujud. Saya sudah berusaha untuk mengucapkan “Allahu Akbar” saat kening saya sampai ke lantai namun tetap saja makmum duluan turun. Kejadian ini sering sekali saya rasakan ketika berjamaah dulu dengan teman kerja atau orang yang terburu-buru dalam sholat.

Padahal saya baca beberapa hadits bahwa Rasulullah pernah mengatakan :

Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai


Tetapi terkadang orang memahami larangan mendahului imam itu dengan harus terlambat dari gerakan imam. Hendaknya dipahami, sebagaimana para fuqaha telah menyebutkan kaidah yang baik dalam masalah ini, yaitu hendaknya makmum segera bergerak ketika imam telah selesai mengucapkan takbir. Ketika imam selesai melafadzkan huruf (ra’) dari kalimat Allahu Akbar, saat itulah makmum harus segera mengikuti gerakan imam, tidak mendahului dari batasan tersebut atau mengakhirkannya. Jika demikian maka batasan itu menjadi jelas.

Dahulu para sahabat Nabi radhiallahu ‘anhum sangat berhati-hati sekali untuk tidak mendahului Nabi Shallallahu’alai wassalam. Salah seorang sahabat bernama Al Barrai Bin Azib Radhiallahu’anhu berkata:

Sungguh mereka (para shahabat) shalat di belakang Rasulullah Shallallahu’alaihi wassakan. Maka jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, saya tak melihat seorang pun yang membungkukkan punggungnya sehingga Rasulullah Shallallahu’alai wassalam meletakkan keningnya di atas bumi, lalu orang yang ada di belakangnya sujud (bersamanya)

Ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam mulai udzur, dan geraknya tampak pelan, beliau mengingatkan orang-orang yang shalat di belakangnya:

Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah gemuk [lanjut usia], maka janganlah kalian mendahuluiku dalam ruku’ dan sujud …

Dalam shalat, Imam hendaknya melakukan sunnahnya takbir. Yakni sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Rhadiallahu’anhu

Bila Rasulullah Shallallahu’alaihi wassalam berdiri untuk shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika ruku’, kemudian bertakbir ketika turun (hendak sujud), kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, demikian beliau lakukan dalam semua shalatnya sampai selesai dan bertakbir ketika bangkit dari dua (rakaat) setelah duduk (tasyahhud pertama)

Jika imam menjadikan takbirnya bersamaan dan beriringan dengan gerakannya, sedang makmum memperhatikan ketentuan dan cara mengikuti imam sebagaimana disebutkan di atas, maka jama’ah dalam shalat tersebut menjadi sempurna.

Sumber dari blog : http://muhamadilyas.wordpress.com/2009/10/23/mendahului-imam-secara-sengaja-dalam-shalat/

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s