Bahaya, makan dan minun saat berdiri

Makan dan minum telah disebut di beberapa hadits dari Rasulullah jangan sambil berdiri. Dalam hadits, Rasulullah menganjurkan untuk duduk atau minimal jongkok untuk makan dan minum. Berikut hadits yang menyebutkan hal tersebut.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sungguh melarang dari minum sambil berdiri.(HR. Muslim no. 2024)

Hadits lain menyebutkan, Dari Anas radhiyallahu ‘anhu pula, ia berkata,

“Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qotadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab, “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR. Muslim no. 2024).

Para ulama menjelaskan, dikatakan makan dengan berdiri lebih jelek karena makan itu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada minum.

Nabi tidak menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi jika kita makan dan minum sambil berdiri. Beberapa larangan atau anjuran pun tidak masuk akal dilakukan seperti memasukan lalat dalam minuman jika telah masuk pada minuman, makan dengan tangan kanan (tanpa sendok) dan hal lainnya. Tapi kini, beberapa penelitian menyebutkan bahwa kebenaran hal tersebut. Mungkin anda juga tahu penelitian lalat yang dimasukan kembali ke minuman dan penelitian makan dengan tangan kanan kan ? 🙂 Kalau ada yang belum tahu, silahkan searching di google 😀

Lalu apa bahaya jika kita makan dan minum dengan berdiri ?
Berikut artikel yang saya copas dari yahoo :


LARANGAN makan dan minum sambil berdiri rasanya sudah bagi banyak dari kita. Namun entah atas dasar agama atau tradisi, gaya makan seperti itu dianggap tidak baik. Adakah alasan kesehatannya?

Ahli kesehatan dr. Andri Setiawan yang dimintai komentarnya mengatakan, selain alasan sopan santun, sebenarnya secara medis makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan ketimbang sambil berdiri. Sebab dalam tubuh manusia terdapat jaringan penyaring (filter) atau yang lazim disebut sfringer, yaitu suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka dan menutup.

“Air yang kita minum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal. Filter penyaring ini terbuka di saat kita duduk dan tertutup di saat berdiri,” jelasnya kepada Plasadana.com, yang mewawancarainya untuk Yahoo Indonesia.

Ketika filter dalam posisi tertutup, air yang dikonsumsi sambil berdiri langsung masuk hingga ke kantong kemih tanpa proses penyaringan. Akibatnya, Andri menegaskan, terjadi pengendapan di saluran ureter.

“Bila hal itu terus terjadi, bisa menyebabkan gangguan pada ginjal,” ujarnya.

Selain itu, dokter yang praktik di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) ini juga mengungkapkan, saat berdiri, manusia sebenarnya dalam keadaan tegang. Keseimbangan pusat saraf sedang bekerja keras agar mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya.

Sebaliknya, dalam posisi duduk, saraf dalam keadaan tenang dan tidak tegang. “Sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum,” ujarnya.

Dampak buruk lain dari makan dan minum sambil berdiri, dia memaparkan, adalah refleksi saraf. Hal itu diakibatkan oleh reaksi saraf kelana (saraf otak kesepuluh) yang banyak tersebar pada lapisan endotel yang mengelilingi usus.

“Apabila sering terjadi refleksi secara keras dan tiba-tiba, bisa menyebabkan disfungsi saraf (vagal inhibition) yang parah, sehingga menyebabkan pingsan atau mati mendadak,” terangnya.

Alumni Universitas Yarsi ini menyatakan, kendati dampaknya tidak terjadi secara instan, makan dan minum sebaiknya dilakukan sambil duduk. Pasti lebih menyehatkan.

Apalagi, 95 persen penyebab luka pada lambung terjadi di tempat-tempat yang biasa berbenturan dengan makanan atau minuman yang masuk. “Kan tidak susah juga makan dan minum sambil duduk,” tandasnya.


Dari artikel tersebut, menarik bukan ?? Allah Maha Tahu dan Paham apa yang terbaik buat ciptaan-nya. Jangan lagi-lagi akal diutamakan seperti orang-orang JIL. Sami’na wa Atho’na 🙂

reff :

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s