Jangan salahkan hujan atas banjir dan kemacetan ini

Di beberapa media baik internet ataupun televisi dan sedikit saya baca dari koran ada yang mengatakan ‘akibat cuaca buruk, banjir bla-bla-bla’, ‘hujan turun deras, perumahan bla-bla-bla’ dan banyak lagi di socmed seperti twitter dan facebook yang mengatakan hal negatif atas cuaca awal tahun 2014 ini, terutama di Jakarta.

Saya yang bekerja di daerah kisaran Tanah Abang merasakan-nya. Macet yang parah ketika pengalihan jalur yang biasa dilewati terkena banjir ke jalur yang aman banjir sudah biasa dirasakan. Mungkin beberapa pekerja di Jakarta pun merasakan hal serupa.

Perbaiki sikap. Hujan bukan akibat dari banjir dan kemacetan. Hujan adalah kuasa Allah

Tapi, tetep jaga sikap, jangan sampai hujan yang diturunkan oleh Allah yang dalam beberapa hadits dan ayat menyebutkan bahwa hujan memberikan kesuburan untuk tanah dihina ataupun dicerca. Beberapa orang menyalahkan hujan dengan beberapa kalimat yang tidak enak didengar. “Cuaca buruk”, “hujan lagi, hujan lagi”, “Gara-gara hujan nih macet bla-bla-bla” dan beberapa kalimat yang ada seakan menyudutkan bahwa hujan-lah penyebab utama dari banjir dan kemacetan di ibukota.

Bukankah turun-nya hujan atas izin Allah ? Bukankah hujan salah satu ciptaan Allah ?

Dalam beberapa hadits yang saya dapat disebutkan bahwa Anas Radhiyallahu’anhu salah satu sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah kehujanan bersama Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seketika Rasul menyingkap baju hingga basah terguyur hujan. Ada sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan demikian?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan

HR. Muslim no. 898.

Dalam hadits qudsi disebutkan juga bahwa Allah-lah sang pengatur, Allah Ta’ala berfirman,

“Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa, Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti.”

Sudah jelas sekali bahwa hujan adalah kuasa Allah. Lalu apakah kita berani mencaci dan mencerca hujan sebagai penyebab utama banjir dan kemacetan ibukota ? Beranikah kita ?
Mari jaga sikap, jaga omongan, jaga tauhid kita kepada Allah.

Mungkin ada beberapa orang yang berani mengatakan,

“Berarti Allah penyebab ini semua. Allah tega melihat beberapa orang dan anak-anak kecil kedinginan karena banjir”

Inget, musibah dan kesengsaraan datang dari kita sendiri sebagai manusia. Allah menyebutkan dalam salah satu ayat-nya.

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Tidak hanya buang sampah sembarangan. Lihat korupsi yang dilakukan oleh sang hakim itu sendiri dan beberapa ulil amri pusat kota negeri ini, lihat juga ketika tahun baru berapa ratusan juta yang dikeluarkan oleh pemerintah ibukota dalam menghambur-hamburkan karunia dan rizki yang Allah turunkan sia-sia. Coba dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat.

Mari balik kembali ke diri kita masing-masing. Jangan lagi bahas yang udah-udah terjadi lalu. Jangan saling salah-menyalahkan, jangan salahkan pemimpin gubernur atau pemerintah saja. Apalagi jangan sampai menyalahkan hujan sebagai ciptaan Allah. Kembali ke Allah, bersandar ke Maha Kuat, dan minta kebaikan dan manfaat dari hujan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh baik ketika hujan lebat turun lalu berdoa.

“Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].”[

HR. Bukhari no. 1014

reff:
http://rumaysho.com/amalan/beberapa-amalan-ketika-turun-hujan-671
http://rumaysho.com/qolbu/musibah-datang-boleh-jadi-karena-dosa-2286

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s