Jangan menunggu di keadaan dan tempat yang salah

Pengalaman ini terjadi ketika salah satu orang terdekat saya bekerja pada perusahaan pendanaan ternama di Indonesia, tepatnya ibukota Jakarta. Saya sudah sempat diskusikan agar keluar dari perusahaan tersebut dan mencari pekerjaan lain karena masalah “Riba”. Kata-nya cari kerja sekarang sulit, dia sudah ngelamar sana situ, sini sono dan belum dipanggil dan diterima.

Saya pikir, mungkin Allah gak akan kasih dia pekerjaan baru kalau tetap di keadaan dan tempat yang salah. Inget Allah kasih pengganti yang baik ketika kita “berani” meninggalkan sesuatu karena Allah. Alhasil, setelah didiskusikan kembali, dia keluar dari perusahaan tersebut dan tidak lama banyak panggilan untuk interview sampai-sampai dapat perusahaan yang sudah pasti diterima dan dekat dengan tempat tinggal.

Dari pengalaman itu, saya percaya memang kalau tetep nunggu di keadaan dan tempat yang salah, Allah gak akan kasih kita keadaan dan tempat pengganti yang lebih baik. Kebanyakan alasan dan ketakutan yang terjadi pada seorang suami/ayah, “Gw resign nanti istri dan anak makan apa ?”. Laah, emang yang kasih makan/rejeki istri dan anak itu dari perusahaan yah ??

Lebih percaya lagi, Allah pemilik rejeki. Kita tetep usahakan yang terbaik, jika memang keadaan dan tempat kerja kita gak sesuai atau bertentangan dengan aturan Allah, kenapa mesti bertahan ?? Cari lagi kerjaan sesuai minat dan tidak bertentangan dengan aturan Allah.

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s