Pilih yang pengalaman atau…

Berawal dari obrolan Saya dengan salah satu teman kerja yang sudah hampir belasan tahun bekerja di salah satu bidang. Sempat berada di perusahaan kecil, menengah, sampai perusahaan ternama di Indonesia, bahkan PMA. Dia menceritakan beberapa hal yang dia banggakan dan beberapa kekecewaan yang Dia bagi kepada Saya.

Salah satu yang saya tarik dari obrolan tersebut adalah
apakah perusahaan akan memilih seorang yang berpengalaman namun minim skill *terbaru* atau perusahaan akan memilih seorang yang lulusan baru namun oke untuk skill terbaru?

kenapa pertanyaan itu?

Pada obrolan tersebut, Saya bertanya kepada teman saya, berani gak adu skill sama lulusan baru di bidang yang sama sekarang?
Dia menjawab, sulit. Faktor umur, waktu dan tool yang digunakan oleh lulusan baru jadi point utama.

Dan buat apa pertanyaan itu?

Suatu saat, saya atau teman-teman yang lain pun merasakan. Ketika umur kepala 3 atau 4, ketika memiliki keluarga yang tidak kecil lagi, ketika keterbatasan waktu, dan ketika ketika ini itu. Apa mungkin kita bisa sekarang ini?
Saya masih yakin, apapun biar sang Khalik yang mengatur. Namun, salahkan jika kita persiapkan atau kita rencanakan?

Jangan pernah merasa nyaman dengan keadaan sekarang, gali dan gali ilmu, persiapkan dan rencanakanlah kemana arah karir bekerja kita. Apa harus selalu jadi karyawan swasta / pegawai negeri? atau jadi seorang pengajar? atau mungkin jadi seorang wirausaha?

Tulis, dan rencanakanlah! Jangan sampai menjadi bagian dari rencana orang lain.

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s