Tiada hari tanpa ibadah, renungan untuk programmer

Beberapa waktu lalu saya diskusi dengan salah satu programmer yang saya bilang “gila”. Dia bisa ngotak-atik apapun bahasa pemrograman. Dari python, nodejs, sampai-sampai main raspberry pi yang belum lama dia pasang di televisinya agar jadi televisi yang smart (bisa internetan). Banyak ilmu selain web yang saya dapat dari dia. Keterbukaan dan seumuran (beda cuma 1 hari doang tanggal lahirnya) ngebuat saya mudah ngobrol dengan dia.

Satu hal yang saya obrolin adalah gemana cari bagi waktu? Saking banyak bahasa yang dia mainkan. Dia cuma bilang, “Gw tidur jam 4 pagi Di, bangun jam 12-an siang. Orang-orang pada demen kerja pagi, gw malah nyaman ngulik malem. Dulu pernah gw ketiduran jam 11-an malem, gw nyesel banget karena hari itu gw gak dapet ilmu apapun selain kerjaan ya Di…”.

Dia nyesel ketika satu haripun dilewati tanpa ilmu baru yang bisa dia ulik. Tapi sayang banget, saya muslim dan dia pun termasuk muslim, menyayangkan waktu ibadah dengan Tuhannya ga ada. Dan dia ga nyesel sama sekali ketika satu hari yang dia lewati, tak ada ibadah yang terlihat oleh badannya.

Terlihat klise banget, hidup paling mentok umur 70-an (umur sekarang), punya banyak hal tapi hari tanpa ibadah. Dunia, semakin dikejar semakin jauh, semakin jauh pula akhirat. Berbeda ketika akhirat yang dikejar, hati tenang, dunia ngikut dan akhirat pun ikut mendekati kita.

Moga temen saya dapet hidayah, kerjaan dan karir gak selamanya penting. Hanya sementara.

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

One thought on “Tiada hari tanpa ibadah, renungan untuk programmer

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s