Mengejar Mati-Matian Sesuatu Yang Tidak Akan Dibawa Mati

Judulnya dalem, saya dapat dari Ust. Badrussalam di rekaman ceramah yang saya download di radio rodja. Tenang ini bukan hadits, ini hanya pendapat Ust saja. Namun, dari pendapat itu akan banyak mengingatkan kita, jangan melupakan tujuan kita hidup yaitu beribadah. Istri, anak, sebagai suami harus kita bimbing. Jangan-jangan bekerja sehari semalem, tetapi istri atau anak tidak tahu apa itu menutup aurat, bagaimana tatacara ibadah yang diterima Allah, istri yang ikut-ikutan meng-ghibahi tetangga lain karena suami tidak tahu apa itu ghibah dan bahayanya.

Bukankah kita sebagai suami menjadi penanggung jawab mereka.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At Tahrim: 6).

Oleh karena itulah, buat apa mati-matian mengejar project, kerja lembur sampai malam, namun istri dan anak terlantar bahkan sampai menjadi bahan bakarnya neraka? Harta yang kita kejar mati-matian, tidak akan bisa mengganti bahan bakar neraka saat istri atau anak jauh dari tuntunan Allah. Kenalkan mereka kepada tuntunan Allah, ajak dan bawa mereka karena mereka adalah tanggung jawab kita sebagai suami.

Semoga kita sebagai suami tahu apa yang harus dikejar mati-matian. Bukan harta terus yang dikejar. Istri dan anak kita perlu perhatian dan arahan tuntunan jalan Allah.

Iklan

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s