Haruskah dengan bentakan dan caci maki dalam memberitahu anak?

Beberapa hari ini saya dan istri sering sekali mendengar cacian dan maki tetangga ke anaknya. Memang terlihat si anak agak aktif dan saya teringat ketika kakak saya menceritakan anaknya sedang susahnya dikasihtahu jika nakal.

Teringat pula ketika sholat ashar dengan kakak dan melihat anak yang berteriak keras lantas si ibu menamparnya hingga bibirnya berdarah.

Saya pun melihat dan mendengar langsung ketika istri sedang lelah dan kesal mungkin, hingga anak dimarahi, sampai sampai mengeluarkan perkataan yang secara tidak langsung mendoakan tidak baik ke anak.

Bukankah kita memang disuruh untuk bersabar dalam mendidik anak?

Bukankah pahala besar mengurusi anak hingga menjadi anak yang diharapkan?

Ketika kita marah-marah, caci maki dengan suara yang keras, sama saja mengajari anak untuk seperti itu?

Ketika kita memukul sampai si anak kesakitan bukankah itu suatu contoh bahwa anak nanti boleh memukul temannya yang lain sampai kesakitan?

Bukankah perkataan adalah doa yang entah tahu kapan Allah akan mengijabah? maka berkata yang baiklah kepada anak kita…

Penjelasan dan pembelajaran yang lemah lembut akan mudah diterima oleh anak, jadi berlemah lembutlah dalam mendidik dan menyampaikan pelajaran ke anak.

Semoga bisa menjadi renungan untuk orang tua. Kita adalah sample yang dilihat langsung oleh anak-anak kita. Berikanlah contoh yang baik baik, dan mulailah menghilangkan sesuatu yang tidak pantas dilihat oleh anak

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s