Adab Makan Dalam Islam

Adab makan dan minum meliputi tiga hal, yaitu adab sebelum makan, adab ketika makan dan adab sesudah makan. Berikut ini Saya coba paparkan dari buku Adab Harian Muslim Teladan karya Abdul Hamid bin Abdilrrahman as-Suhaibani.

Adab sebelum makan :

  1. Hendaknya berusaha mendapatkan makanan yang halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram. Berdasarkan ayat “Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu….” (QS. Al-Baqorah: 172)

  1. Niatkan tujuan dalam makan dan minum untuk menguatkan badan, agar dapat melakukan ibadah, dan hal-hal lain yang berguna.

  1. Mencuci kedua tangan sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihannya. Berdasarkan hadits Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam “Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu. (HR. Ahmad VI/118-119)

  1. Meletakan hidangan makanan pada sutrah (alas yang biasa dipakai untuk meletakkan makanan) yang digelar diatas lantai, tidak diletakan diatas meja makan, kerena hal itu lebih mendekatkan pada sikap tawadhu. Hal ini sebagaimana hadits dari Anas Radiyallahu anhu, dia berkata “Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam tidak pernah makan diatas meja makan dan tidak pula di atas sukurrujah” (HR. Al-Bukhari no 5415)

  1. Hendaknya duduk dengan tawadhu, yaitu duduk duatas kedua lututnya atau duduk duaras punggung kedua kaki atau berposisi dengan kaki kanan ditegakkan dan duduk diatas kaki kiri. Sebagaimana posisi duduk Rasulullah Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam yang didasari dengan sabda beliau ‘Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba makan dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamaba duduk’(HR. Bukhari No.5399)

  1. Hendaknya merasa ridha dengan makanan apa saja yang telah dihidangkan dan tidak mencela makanan. Berdasarkan hadits Rasul Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam dari Abu Hurairah “Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam tidak pernah mencela makanan apabila beliau berselera, beliau memakannya. Sedangkan jika tidak suka(tidak berselera), maka beliau meninggalkannya.”(HR. Bukhari No.3563)

  1. Hendaknya makan bersama-sama dengan orang lain, baik tamu, keluarga, kerabat, anak-anak atau pembantu. Sebagaimana hadits Rasul Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “Berkumpulah kalian dalam menyantap makanan kelian (bersama-sama), karena di dalam makan bersama itu akan memberikan berkah kepada kalian”(HR.Abu Dawud No.3764)

Adab Ketika Makan

1. Memulai makan dengan mengucap basmalah. Berdasarkan hadits Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan, maka ucapkanlah ‘Bismillah’, dan jika ia lupa untuk mengucapkan bismillah di awal makan, maka hendaknya ia mengucapkan ‘bismillah awwalahu wa aakhirahu’ ”(HR Abu Dawud No.3767)

2. Hendaknya mengakhiri makan dengan pujian kepada Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “barangsiapa sesudah selesai makan berdoa: “Alhamdulillaahilladzi ath’amani haadzaa wa razaqaniihi min ghoiri haulin minni walaa quwwatin”, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu”(HR.Abu Dawud No.4023)

3. Hendaknya makan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan, menyedikitkan suapan, memperbanyak kunyahan, makan dengan apa yang terdekat darinya dan tidak memulai dari bagian tengah piring, berdasarkan sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang dekat denganmu.”(HR.Bukhari No.5376) dan “Keberkahan itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari pinggir piring dan janganlah memulai dari bagian tengahnya”(HR.Abu Dawud No.3772)

4. Hendaknya menjilati jari-jemarinya sebelum mencuci tangannya, sebagaimana sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “apabila salah seorang di antara kalian telah selesai makan, maka janganlah ia mengusap tangannya hingga ia menjilatanya atau meminta dijilatkan(kepada istrinya atau anaknya)”(HR.Bukhari No.5456)

5. Apabila ada sesuatu dari makanan yang terjatuh, maka hendaknya dibersihkan bagian yang kotor-nya kemudian memakannya, berdasarkan dari sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “Apabila ada sesuap makanan dari salah seorang di antara kalian terjatuh, maka hendaklah dia membersihkan bagiannya yang kotor, kemudian memakannya dan jangan membiarkannya untuk syaitan.”(HR. Ahmad III/301)

6. Tidak meniup pada makanan yang masih panas dan tidak memakannya hingga menjadi lebih dingin. Tidak boleh juga untuk meniup pada minuman yang masih panas, apabila hendak bernafas maka lakukanlah di luar gelas sebanyak 3 kali, sebagaimana hadits Anas bin Malik Radiyallahu Anhu, “Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam jika minum,beliau bernafas (meneguknya) tiga kali (bernafas di luar gelas)”(HR.Bukhari No.5631)

Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam juga bersabda dari Abu Said al-Khudri Radiyallahu Anhu, “Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam melarang untuk meniup (dalam gelas) ketika minum”(HR.At-Tirmidzi No.1887)

7. Hendaknya menghindari diri dari kenyang yang melampaui batas, sabda Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, “Tidak ada bejana yang diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan beberapa suapan sekedar dapat menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga), maka jika tidak mau, maka ia dapat memenuhin perutnya, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum, sepertiga lagi untuk nafasnya.”(HR.Ahmad IV/132)

Adab Sesudah Makan:

1. Menghentikan makan dan minum sebelum sampai kenyang, hal ini semata-mata meneladani Rasulullah Sholallahu alaihi wassalam, menghindari diri dari kekenyangan yang menyebabkan sakit perut yang akut dan kerakusan dalam hal makan yang dapat menghilangkan kecerdasan.

2. Hendaknya menjilati tangannya sebelum mengusapkan atau mencucinya.

3. Memungut makanan yang jatuh ketika saat makan sebagai cermin rasa syukur kita.

4. Membarsihakan sisa-sisa makanan yang ada di sela-sela giginya, dan berkumur untuk membersihkan mulutnya.

5. Hendaknya memuji Allah Ta’ala setelah makan dan minum.

Semoga bermanfaat…

By Adiputra.

About these ads

9 gagasan untuk “Adab Makan Dalam Islam

  1. Assalamua;laikum
    terima kasih, tulisannya bagus, kebetulan bisa bantu buat tugas kuliah amy..
    mudah-mudahan tulisannya tidak sampai disini ajaa…

  2. setuju, kebetulan saya juga menuliskan tentang kenapa makan ntuh harus duduk, disertakan alasan secara ilmiah, tapi kalo cuma sekedar mencomot hadist tanpa diperkuat ungkapan secara ilmiah saya ndak setuju. Segala sesuatu yang tercantum dalam hadist dan al=quran itu bisa kita terangkan secara ilmiah alasannya.

  3. Muslim ##### :

    salamualeikoem mas,,

    setujuh banget mas ma koment diatas,,kita harus lebih korektif lagi klo dapet sesuatu dari luar..

    tapi klo masalah agama,,terutama islam,,yg saya tahu adalah ‘saya dengar dan saya patuh’.

    entah kenapa??kok bisa??akibat n sebabnya kenopo toh?? wong asik ajah jalani maksiat ini…{kata beberapa orang}

    kadang kita harus patuh apa yang ada dalam al-quran n sunnah walaupun kita gak paham maksud n manfaat dari isi perintah itu apa??

    misalnya,,dulu orang belum paham mengenai makan,,kenapa makan harus dengan tangan kanan, yang dianjurkan islam???

    ternyata para peneniti mengatakan (dalam majalah el-fatta,saya lupa edisinya), bahwa pada tangan kanan tersebut terdapat sejenis bakteri yang mempercepat proses pelunakan makanan yang sangat baik untuk pencernaan kita.

    sekarang saya mau tanya??

    kenapa saat kita wudhu,,lalu membuang air kecil,,tu batal??? dan kenapa tidak kemaluan saja yang dibersihkan??kenapa harus kita harus mengulang wudhu kita???

    satu lagi pertanyaan saya??

    dlm beberapa ayat dn hadist mengatakan bahwa adanya siksa dan nikmat kubur pada setiap mayit. tapi kenyataan saat beberapa hari kuburan di bongkar kembali,,badan si mayat utuh tak ada bekas apapun(cabikan atau apalah)..

    kenapa ta??

    masalah agama harus mendahulukan ada gak ayat dan hadist yang menjelaskan hal tersebut,,otak KADANG gak bisa nyerna tuh,,walau kadang bisa…

    yg pasti sami’na wa atho’na…

    dan hati2 bicara agama dengan kata ‘menurut saya’..bayangkan ada ratus jutaan orang didunia yang menjelaskan tatacara sholat dengan pemahaman dirinya sendiri…

    mari kembali ke generasi terdahulu yang telah mendapatkan ilmu murni dari Rasulullah sholallahualaihiwassalam yaitu generasi salaf (generasi terdahulu) yaitu shohabat, tabi’in, tabi’it tabi’in.

    karena sebaik-baik umat adalah generasi terdalu tersebut ( al-hadist ).

    y gitu aja yg adi tahu mas,,

    mungkin bisa dikoreksi yg lain….

  4. Wah, bermanfaat banget postingannya. BTW, tulisan yang dilengkapi dengan penjelasan ilmiahnya yang disinggung2 di komen sebelumnya, dishare juga dong.. :)

    Wassalam.

Silahkan Komentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s