Nyari rumah? Jangan lupa Masjid dan Lihat Tetangga-nya

Hampir 50% lebih kita di Rumah, beberapa orang juga berada di Kantor. Atau yang bekerja secara freelance, sebagian besar waktunya ada di Rumah. Sadar atau tidak, rumah adalah tempat kita tidak hanya meneduh di waktu panas dan hujan tapi sebagai masa depan entah itu di dunia ataupun di akhirat.

Rumah kita jadikan sebagai tempat kita (suami) dalam mengajarkan Istri dan anak-anak kita tentang apa itu hidup, untuk dan kemana arah hidup. Tempat dimana kita (suami) saling memberikan nasehat, arahan untuk ke cita-cita akhir nanti, ke rumah di surga, bersama.
Baca lebih lanjut

Keutuhan Tim Lebih Utama?

Saya ada pengalaman dulu ketika bekerja di salah satu perusahaan, saya meminta waktu freelance padahal waktu itu saya sudah terikat bekerja fulltime di perusahaan tersebut. Pemilik perusahaan tersebut menasehati saya untuk bekerja untuk tim dan perusahaan dibanding keuntungan pribadi saja.

Awalnya saat itu saya dapat tawaran mengerjakan proyek di salah satu Mall ternama di Karawang. Saya ada 3 hari tidak masuk kerja untuk meeting dengan pengurus Mall disana. Sampai di Kantor, saya diskusi dengan pemilik perusahaan dan saya menyampaikan sejujurnya jika ada proyek dan kebutuhan saya sangat tinggi untuk proyek ini.
Baca lebih lanjut

Melepas Riba dari Keluarga Dengan Ilmu dan Sabar

Tulisan ini mulai saya tulis karena mendengar curhatan kawan yang menceritakan beratnya kondisi dirinya untuk lepas dari Riba di keluarga kecilnya.

Saat itu saya sedang menawarkannya untuk bekerja secara freelance karena ada proyek yang nilainya lumayan besar. Klien sudah seneng dengan saya dan tinggal jalan, hanya saja saya belum sanggup untuk memenuhi permintaan klien karena klien minta waktu pengerjaan yang cepat. Atas alasan itulah saya mengajak kawan saya ini untuk membantu develop.
Baca lebih lanjut

Mari ajarkan anak cara menghargai orang

Pagi tadi ngajak istri dan anak jalan ke tempat olahraga tepatnya di lapangan serbaguna bekasi. Sengaja kesana tidak ke lapangan gor bekasi karena lebih fokus olahraga, ga banyak yang jualan.

Baca lebih lanjut

Haruskah dengan bentakan dan caci maki dalam memberitahu anak?

Beberapa hari ini saya dan istri sering sekali mendengar cacian dan maki tetangga ke anaknya. Memang terlihat si anak agak aktif dan saya teringat ketika kakak saya menceritakan anaknya sedang susahnya dikasihtahu jika nakal.

Teringat pula ketika sholat ashar dengan kakak dan melihat anak yang berteriak keras lantas si ibu menamparnya hingga bibirnya berdarah.

Baca lebih lanjut

Hidup Mewah dengan Utang RIBA

Sore ini mampir ke rumaysho.com via email sebenernya. Lalu lihat beberapa judul, dan menarik sekali ketika melihat judul “Hidup Mewah dengan Utang Riba”. Berikut artikelnya saya post kembali.


Banyak jalan yang ditempuh untuk menjadi kaya. Meskipun dengan cara yang haram. Tak apalah mencari pinjaman atau utang riba, yang penting bisa tentram dan hidup mewah. Itulah prinsip sebagian muslim di zaman modern seperti ini.
Hidup dengan yang Halal Lebih Tentram

Suatu yang haram asalnya tidak menentramkan jiwa. Dosa selalu menggelisahkan. Sama halnya dengan utang riba. Awalnya meminjam dalam keadaan butuh, namun selanjutnya gelisah yang diperoleh karena dikejar-kejar debitur atau pemilik utang untuk melunasi utang. Karena hakekat riba adalah setiap utang piutang yang ada keuntungan atau manfaat di dalamnya. Baca lebih lanjut

Jangan menunggu di keadaan dan tempat yang salah

Pengalaman ini terjadi ketika salah satu orang terdekat saya bekerja pada perusahaan pendanaan ternama di Indonesia, tepatnya ibukota Jakarta. Saya sudah sempat diskusikan agar keluar dari perusahaan tersebut dan mencari pekerjaan lain karena masalah “Riba”. Kata-nya cari kerja sekarang sulit, dia sudah ngelamar sana situ, sini sono dan belum dipanggil dan diterima. Baca lebih lanjut