Dolar dari Google Ads? Saya tidak tertarik dan takut!

Tulisan ini mungkin akan membuat pembaca yang baru ingin memulai usaha mendapatkan dolar dari Google Ads atau penyedia iklan lainnya untuk mengurungkan niatnya.

Atau untuk pembaca yang sudah lama bermain mendapatkan receh dolar dari Google merasa tertampar. Saya minta maaf, baiknya untuk menjaga kehalalan rizki yang nanti akan dimakan oleh anak istri kita, tinggalkanlah!

Kenapa?

Saya temukan beberapa artikel tentang haramnya dolar dari Google Ads atau penyedia lainnya.

  1. https://rumaysho.com/2735-meninjau-hukum-menampilkan-iklan-dari-google-adsense.html
  2. https://pengusahamuslim.com/2182-google-adsense-ditinjau-dari-hukum-islam.html

Dari kedua artikel itu jelas sekali. Bantu membantu, tolong menolong dalam keburukan.

 

Apa semua iklan google buruk?

Tidak semua iklan google buruk, tapi apa bisa kita batasi iklan-iklan tersebut agar tidak muncul di halaman website atau video youtube kita? Saya pernah mencoba dan itu tidak bisa.

Beritahu saya bagaimana caranya jika mungkin nanti ini bisa dilakukan oleh google.

Setahu saya, iklan di google muncul berdasarkan algoritma user tertentu.

Saya misalkan, ada orang pemabuk dan pezina. Yang ia lakukan di internet itu seperti menonton video bokep, bermain judi di internet, lalu hal buruk lainnya. Setelah beberapa waktu orang tersebut tobat. Namun browser chrome/lainnya masih bisa membaca history apa yang ia buka sebelumnya.

Lalu apa iklan yang dimunculkan oleh google? Iklan perjudian atau iklan seronok wanita juga pastinya? atau semisal dengan hal itu. Yakin pasti!

Jangankan itu, kadang ada yang baru pertama kali buka youtube. Karena satu jaringan dengan orang yang sering buka game dan judi. Iklannya orang yang baru buka youtube pun akan keluar iklan tentang game dan judi. Begitu pintarnya google. Lalu apa kita bisa batasi?

Bayangkan ketika ada orang yang sudah tobat, lalu membuat channel youtube atau halaman website kita, lalu keluar iklan tentang game/judi/zina lainnya dan orang itu kembali ke masa lalunya. Apa itu tidak membuat kita bersalah sebagai pemilik akun?

 

Itu urusan dia dengan google, gw gak ikut campur, yang penting dolar masuk.

Nah ini tipe orang yang sudah tidak bisa nge-rem duit yang masuk ke kantong dan masuk ke perut anak istrinya itu haram atau halal. Akhir kata untuk tipe orang ini, “semoga Allah/Tuhan memberikan keselamatan”.

 

Atas hal itupula, Saya pribadi mengingkari iklan yang muncul di halaman website wordpress ini karena Saya belum mengetahui cara untuk membatasi iklan yang muncul di wordpress Saya ini.

 

 

Iklan

TB Tulang dan Pengapuran Menundukan Kami Sekeluarga (2)

Tulisan sebelumnya ada di sini TB Tulang dan Pengapuran Menundukan Kami Sekeluarga (1).

Hampir sepekan di Rumah Sakit Mitra Timur, kami mengajak Ibu untuk tinggal di Ampera dahulu. Ibu dahulu tinggal dengan Bapak Tiri kami di Babelan dan kami meminta Bapak Tiri untuk Ibu agar tinggal di Ampera dahulu karena jarak Mitra Timur dengan Ampera dekat.

Sampai di Ampera, kami mencoba untuk berbicara dengan Ibu tentang yang dokter kabarkan kepada kami. Kami bertiga sebagai Anak sepakat, kami siap Ibu ingin pengobatan seperti apa. Beberapa pengobatan selain jalur operasi kami coba cari di Google dan tanya ke beberapa kawan terdekat. Kami sampaikan ke Ibu dan Ibu bilang ingin berobat yang lain dahulu dan tidak ingin ke jalur Operasi.
Baca lebih lanjut

TB Tulang dan Pengapuran Menundukan Kami Sekeluarga (1)

Tulisan ini sedikit menceritakan tentang Ibu kami yang menderita penyakit TB Tulang (di awal November 2016) dan Pengapuran (diakhir 2015).

Diawal 2016 dan akhir 2015, mungkin tahun-tahun dimana kami keluarga mengalami proses untuk berpikir, “Mandiri! Ibu akan pensiun dan kita harus Mandiri!”.

Kenapa harus mandiri? kita yang walaupun sudah berkeluarga semua, sudah memiliki anak kadang masih jadi tanggungan orang tua. Saya yakin, beberapa orang ataupun teman pembaca yang sudah berkeluarga kadang masih meminta bantuan ke orang tua.
Baca lebih lanjut

Halaman Terimakasih – Alhamdulillah Punya Rumah Tanpa Riba (edisi telat posting)

Sekedar mencatat kejadian yang sangat istimewa dari saya di blog ini adalah ketika di tahun 2016 bulan Mei saya diberikan izin oleh Allah untuk memiliki sebuah rumah tanpa akad riba.

Sebuah kejadian yang mungkin tidak saya sangka dengan gaji seorang programmer, saya dapat mencicil menabung dan meminta bantuan ke saudara dan keluarga untuk memiliki sebuah rumah di daerah Tambun, Kabupaten Bekasi.

Begitu banyak harapan pada rumah ini, namun setelah setahun lamanya tinggal, ada keperluan yang sangat utama dibanding untuk tetap tinggal di rumah ini. Akan ditulis di artikel berikutnya 🙂

Nyari rumah? Jangan lupa Masjid dan Lihat Tetangga-nya

Hampir 50% lebih kita di Rumah, beberapa orang juga berada di Kantor. Atau yang bekerja secara freelance, sebagian besar waktunya ada di Rumah. Sadar atau tidak, rumah adalah tempat kita tidak hanya meneduh di waktu panas dan hujan tapi sebagai masa depan entah itu di dunia ataupun di akhirat.

Rumah kita jadikan sebagai tempat kita (suami) dalam mengajarkan Istri dan anak-anak kita tentang apa itu hidup, untuk dan kemana arah hidup. Tempat dimana kita (suami) saling memberikan nasehat, arahan untuk ke cita-cita akhir nanti, ke rumah di surga, bersama.
Baca lebih lanjut

Keutuhan Tim Lebih Utama?

Saya ada pengalaman dulu ketika bekerja di salah satu perusahaan, saya meminta waktu freelance padahal waktu itu saya sudah terikat bekerja fulltime di perusahaan tersebut. Pemilik perusahaan tersebut menasehati saya untuk bekerja untuk tim dan perusahaan dibanding keuntungan pribadi saja.

Awalnya saat itu saya dapat tawaran mengerjakan proyek di salah satu Mall ternama di Karawang. Saya ada 3 hari tidak masuk kerja untuk meeting dengan pengurus Mall disana. Sampai di Kantor, saya diskusi dengan pemilik perusahaan dan saya menyampaikan sejujurnya jika ada proyek dan kebutuhan saya sangat tinggi untuk proyek ini.
Baca lebih lanjut

Melepas Riba dari Keluarga Dengan Ilmu dan Sabar

Tulisan ini mulai saya tulis karena mendengar curhatan kawan yang menceritakan beratnya kondisi dirinya untuk lepas dari Riba di keluarga kecilnya.

Saat itu saya sedang menawarkannya untuk bekerja secara freelance karena ada proyek yang nilainya lumayan besar. Klien sudah seneng dengan saya dan tinggal jalan, hanya saja saya belum sanggup untuk memenuhi permintaan klien karena klien minta waktu pengerjaan yang cepat. Atas alasan itulah saya mengajak kawan saya ini untuk membantu develop.
Baca lebih lanjut