Diangkat Derajat Oleh Istighfar Seorang Anak

Anak adalah investasi mulia, long term sifatnya bahkan akan memberikan dampak ke kita sebagai orang tua sampai kita tiada. Berapa banyak orang bahkan saudara saya sendiri mengabaikan pendidikan anaknya. Mereka berangkapan, “Kasih aja duit, mereka main deh, terserah yang penting anteng”. Beberapa pun sampai membiarkan mereka menonton acara TV dengan berbagai macam alasan, “Biar anteng”, “Biar di rumah”, “biar ga main mulu di luar” dan berbagai macam alasan. Baca lebih lanjut

Tanda kiamat, tidak memberi salam kepada orang yang tidak dikenal

Salah satu tanda kiamat yang pasti kita lihat dan temukan adalah tidak memberi salam kepada orang yang tidak kita kenal. Hal ini berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud bahwasannya beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah jika ucapan salam disampaikan hanya terhadap orang yang dikenalnya saja”.

Dan dalam riwayat yang lain disebutkan

“Seseorang mengucapkan salam kepada seseorang lainnya, dan tidaklah ia mengucapkan salam itu kecuali hanya kepada orang yang dikenalnya saja”.

HR.Al-Bukhari no.12 dan Muslim no.39

Baca lebih lanjut

Ketika Sabar Tidak Lagi Berguna

Dulu ketika masih remaja dan menonton acara tv, pasti pernah denger “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Dari acara itu, banyak orang yang tertawa lepas, selepas-lepasnya. Karena mungkin berprasangka, setelah mati, tidak bisa tertawa kembali.

Di salah satu kajian yang saya dengar mp3 dari rodja, Ust Badrussalam membicarakan tentang zuhud yaitu ketika 1 hari di akhirat itu sama dengan 1000 tahun disisi kita sebagai manusia. Baca lebih lanjut

Islam Agama Kehendak Allah dan Sesuai Rasulullah

ISLAM agama yang MUDAH akan tetapi bukan agama yang dimudah-mudahkan. Karenanya…
Islam tidak suka kekerasan ‘ala kaum Khawarij…

Islam menolak tata cara ibadah yang berlebih-lebihan dan sulit ‘ala kaum ekstrim sufi…yang memperburuk citra di mata dunia.

Akan tetapi….
Islam juga menolak fleksibilitas kaum liberal yang “tanpa batas dan kendali” yang menghilangkan keislaman Islam…, Islam juga anti sekularisme yang ingin membuang Islam dari aspk-aspek dunia.

ISLAM agama yang sesuai akal sehat….akan tetapi bukan agama yang diakal-akalin…atau ditolak karena akal seorang yang merasa berakal akan tetapi pada hakekatnya tidak berakal… Baca lebih lanjut

Kertas Kehidupan

Akte kelahiran… adalah kertas.
Kartu imunisasi… kertas.
Piagam kelulusan… kertas.
Ijazah… juga kertas. — semuanya hanya berupa kertas!! — Akad nikah… kertas.
Paspor… kertas.
Surat kepemilikan rumah… juga kertas.
Resep dokter… kertas.
Undangan acara… juga kertas. .
Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.
Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang. Baca lebih lanjut

Menjauhi Membuat Fakir dan Sibuk

Belum lama lalu disibukan dengan pekerjaan yang ketat. Setelah mengerjakan kerjaan satu, mengerjakan pekerjaan lain dan seterusnya. Seakan-akan waktu benar-benar dikejar. Perasaan kekurangan dan kesibukan penuh di hati dan pikiran. Ada kebutuhan yang mesti dikejar. Baca lebih lanjut

Yang lebih sayang daripada seorang ibu

Sepakat mungkin jika dikatakan seorang ibu paling sayang ke kita dalam hidup ini. Beberapa kali saat kita kesulitan, tak lama, ibu pasti menelpon menanyakan kabar. Kita lebih nyaman untuk kembali ke rumah dibanding ke luar rumah ketika ada masalah. Tapi tahukan anda ada yang lebih sayang daripada seorang Ibu?

Dalam satu hadits disebutkan dari Umar bin Al-Khathab Radiyallahu’anhu, ia berkata: “Sekumpulan tawanan mendatangi Nabi Sholallahu ‘alahi wassalam dan ada seorang wanita yang jika melihat anak kecil maka ia mengambilnya, lalu menempelkan ke perutnya dan menyusuinya. Lantas beliau sholallahu ‘alahi wassalam bersabda: ‘Bagaimana pendapat kalian, apakah mungkin wanita ini melemparkan anaknya ke dalam api?’ Kami pun menjawab: ‘Tidak, meskipun ia mampu untuk melakukannya.’ Beliau Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Allah benar-benar lebih menyayangi hamba-Nya daripada (melebihi) wanita ini yang menyayangi anaknya’ “.

Hadits Riwayat Al-Bukhari (no. 5999) dan Muslim (no.2754)

Allah lah yang paling dan lebih sayang kepada kita daripada seorang Ibu. Seperti halnya kita lebih nyaman kembali ke rumah Ibu ketika ada masalah. Cobalah untuk kembali ke rumah Allah (masjid) untuk berkeluhkesah.