Bersabarlah dan Berhusnudzonlah

📖 Bersabarlah dan Berhusnudzonlah

🔎 Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata : Allah mempersiapkan bagi hamba-hambaNya
kedudukan (yang tinggi) di surga, yang mereka tidak akan mampu mencapai kedudukan
tersebut hanya dengan amalan sholeh mereka. Mereka tidak akan mencapainya kecuali
dengan ujian dan musibah, maka Allah pun menyiapkan sebab-sebab yang menggiring
mereka kepada ujian dan musibah (Zaadul Ma’aad 3/221).

Kita tidak berharap untuk diuji apalagi tertimpa musibah, akan tetapi jika hal
itu datang maka kita bersabar.

Ingat perkataan Ibnul Qoyyim…, siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa
meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan
amalan sholeh kita.

🍃 Karenanya….BERSABARLAH dan BERHUSNUDZONLAH kepada Allah dalam ujian dan
musibah.

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam

Jangan Khawatir Dengan Rizki Esok Hari

📖 Jangan Khawatir dengan Rizki Esok Hari

Jika anda hari ini merasa aman/tenteram, tubuh anda sehat wal ‘afiyat, serta
makanan hari ini telah tersedia, maka apakah lagi yang anda cari…?

Itulah puncak kebahagiaan yang banyak hilang dan dikejar banyak orang…bahkan
orang-orang kaya…bahkan orang-orang yang tenar…!!,

🔎 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

“Barang siapa diantara kalian yang tatkala di pagi hari merasa aman/tenang,
tubuhnya sehat, dan ia sudah memiliki makanan untuk hari tersebut maka seakan-
akan dunia seluruhnya telah dikumpulkan untuknya” (HR Al-Bukhari di Al-Adab Al-
Mufrod, dan At-Thirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no
2318).

Isilah hari tersebut dengan bersyukur dan banyak beribadah kepada Allah, jangan
terlampau khawatir dengan esok hari…!!!

Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah berkata:

إِذَا أَصْبَحْتُ عِنْدِي قُوْتُ يَوْمٍ … فَخَلِّ الْهَمَّ عَنِّي يَا سَعِيْدُ

“Jika dipagi hari dan aku telah memiliki makanan untuk hari ini…
Maka hilangkanlah kegelisahan dariku wahai yang berbahagia”

وَلاَ تَخْطُرْ هُمُوْمُ غَدٍ بِبَالِي … فَإِنَّ غَدًا لَهُ رِزْقٌ جَدِيْدُ

“Dan tidaklah keresahan esok hari terbetik di benakku….
Karena sesungguhnya esok hari ada rizki baru yang lain”

أُسَلِّمُ إِنْ أَرَادَ اللهُ أَمْراً … فَأَتْرُكُ مَا أُرِيْدُ لِمَا يُرِيْدُ

“Aku pasrah jika Allah menghendaki suatu perkara…
Maka aku biarkan kehendakku menuju kehendakNya”

Seorang yang beriman dan beramal sholeh serta berusaha pada hari ini…maka tidak
usah khawatir dengan esok hari…pasrahkan urusan kepada kehendak Allah..

Yang gelisah hanyalah orang yang bermaksiat kepada Allah…khawatir akan adzab dan
hukuman Allah yang datang sewaktu-waktu.

🍃 Sungguh aneh seseorang yang tatkala masih menjadi janin dalam perut ibunya ia
telah diberi rizki oleh Allah…tatkala ia masih kecil dan tidak bisa berbuat apa-
apa ia tetap di beri rizki oleh Allah…lantas setelah ia dewasa dan mampu berusaha
dan bekerja tiba-tiba ia takut dan khawatir ia tidak akan memperoleh rizki dari
Allah ???

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam

Menilai Seseorang

📖 Menilai Seseorang

🔎 Jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya….

Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam…jauh dari sunnah…
jauh dari hidayah…tenggelam dalam dunia yang menipu…terombang-ambing dalam
kemaksiatan yang nista…

Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan…,
peminum khomr…, bahkan pelaku kesyirikan…?

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka, jadilah mereka generasi
terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

Bisa jadi anda salah satu dari mereka para akhwat yang memiliki masa lalu yang
kelam…yang mungkin saja kebanyakan orang tidak mengetahui masa lalu kelam anda.

Sebagaimana anda tidak ingin orang lain menilai anda dengan melihat masa lalu
kelam anda…maka janganlah anda menilai orang lain dengan melihat masa lalunya
yang buruk…..

Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang… kondisinya tatkala akan
meninggal, bukan masa lalunya.

🍃 Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Amalan-amalan itu tergantung akhirnya”

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam

Waspadalah Wahai Para Wanita

Wahai para wanita…tahukah anda bahwa:

(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu

(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu….

(4) Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??

(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu…maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah…,

(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!

✒️ Ustadz Firanda Andirja, MA
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
👥 Facebook Page :
Fb.com/TausiyahBimbinganIslam
📣 Telegram Channel :
Telegram.me/TausiyahBimbinganIslam

Mainan Itu Bernama DUNIA

Setiap dari kita tentu pernah mengalami masa kanak-kanak. Masa yang begitu indah sekaligus menggelikan.

Barangkali ada di antara kita yang dahulu saat masih kecil pernah kehilangan mainan kesayangan. Masih ingat bagaimana respon kita saat itu? Menangis berjam-jam, bahkan mungkin sampai berhari-hari?

Sekarang setelah dewasa, bila teringat perilaku itu, tentu kita akan tertawa geli, “Koq bisa begitu ya efeknya? Padahal kan cuma mainan biasa yang remeh?!”. Kita bisa berkomentar seperti itu saat ini, sebab kita sudah bertambah usia dan semakin matang dalam berpikir.

Ketahuilah bahwa sejatinya pandangan seseorang terhadap dunia, juga akan terpengaruh dengan semakin bertambah ‘kedewasaan’ dia dalam beriman.

Semakin tebal imannya, maka akan semakin sadar betapa remehnya dunia. Sebaliknya bila kita masih mendewakan dunia, berarti itu pertanda iman kita masih ‘kekanak-kanakan’.

Baca selengkapnya di :
Klik http://salamdakwah.com/baca-artikel/mainan-itu-bernama-dunia.html

📝 Oleh Ustadz Abdullah Zein, MA حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu

Cintailah Dia Dengan Ittiba’

Rasulullah..
Kelahirannya berarti kelahiran sunnah dan risalahnya.
Sehingga kapan saja engkau mengamalkan sunnahnya, saat itulah engkau merayakan kelahirannya.
Namun bila engkau meninggalkannya, apalagi merendahkannya, maka cintamu takkan berarti, meski kau larut dalam bait-bait pujian di malam kelahirannya.

Cintailah dia dengan ittiba…
Ingatlah dia bersama jenggot yang engkau biarkan tumbuh..
Bersama pakaian yang tak kau biarkan menjulur melewati mata kaki..
Dalam shalawat yang terucap setiap kali namanya disebut…
Dalam senyum tulus untuk saudaramu saat bertemu…
Bersama ayunan langkah menuju masjid untuk sholat berjamaah…
Disaat menaiki kenderaan dengan do’a yang pernah dia ajarkan dulu..
Cintailah ia seperti yang dia inginkan..
Dengan sunnah yang diajarkannya, bukan dengan bid’ah yang dicelanya.

Saya pernah mendengar sebuah ungkapan indah tentang konsekuensi cinta.

لَوْ كَانَ حُبُّكَ صَادِقاً لَأَطَعْتَـهُ إِنَّ المُحِبَّ لِمَنْ أَحَبَّ مُطِيْـعُ

Bila cintamu tulus murni (kepadanya), niscaya engkau akan mentaatinya.
Karena sesungguhnya orang yang mencintai akan patuh terhadap orang yang dicintainya.

Sekali lagi…
Cintailah dia dengan ittiba’..
Sebagaimana firman Allah:

“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-‘Imrân: 31)

Allahumma sholli ala Muhammad wa ala aali Muhammad.

Catatan:

*Ittiba’: Mengikuti petunjuk hidup Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam.

📝 Oleh Ustadz Aan Candra Thalib حفظه الله تعالى

🔊 [ 📖 ] BBG Al-Ilmu