Ketika Sabar Tidak Lagi Berguna

Dulu ketika masih remaja dan menonton acara tv, pasti pernah denger “tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”. Dari acara itu, banyak orang yang tertawa lepas, selepas-lepasnya. Karena mungkin berprasangka, setelah mati, tidak bisa tertawa kembali.

Di salah satu kajian yang saya dengar mp3 dari rodja, Ust Badrussalam membicarakan tentang zuhud yaitu ketika 1 hari di akhirat itu sama dengan 1000 tahun disisi kita sebagai manusia. Baca lebih lanjut

Islam Agama Kehendak Allah dan Sesuai Rasulullah

ISLAM agama yang MUDAH akan tetapi bukan agama yang dimudah-mudahkan. Karenanya…
Islam tidak suka kekerasan ‘ala kaum Khawarij…

Islam menolak tata cara ibadah yang berlebih-lebihan dan sulit ‘ala kaum ekstrim sufi…yang memperburuk citra di mata dunia.

Akan tetapi….
Islam juga menolak fleksibilitas kaum liberal yang “tanpa batas dan kendali” yang menghilangkan keislaman Islam…, Islam juga anti sekularisme yang ingin membuang Islam dari aspk-aspek dunia.

ISLAM agama yang sesuai akal sehat….akan tetapi bukan agama yang diakal-akalin…atau ditolak karena akal seorang yang merasa berakal akan tetapi pada hakekatnya tidak berakal… Baca lebih lanjut

Kertas Kehidupan

Akte kelahiran… adalah kertas.
Kartu imunisasi… kertas.
Piagam kelulusan… kertas.
Ijazah… juga kertas. — semuanya hanya berupa kertas!! — Akad nikah… kertas.
Paspor… kertas.
Surat kepemilikan rumah… juga kertas.
Resep dokter… kertas.
Undangan acara… juga kertas. .
Kehidupan kita layaknya kertas-kertas.
Seiring waktu berlaku, dirobek, kemudian dibuang. Baca lebih lanjut

Menjauhi Membuat Fakir dan Sibuk

Belum lama lalu disibukan dengan pekerjaan yang ketat. Setelah mengerjakan kerjaan satu, mengerjakan pekerjaan lain dan seterusnya. Seakan-akan waktu benar-benar dikejar. Perasaan kekurangan dan kesibukan penuh di hati dan pikiran. Ada kebutuhan yang mesti dikejar. Baca lebih lanjut

Yang lebih sayang daripada seorang ibu

Sepakat mungkin jika dikatakan seorang ibu paling sayang ke kita dalam hidup ini. Beberapa kali saat kita kesulitan, tak lama, ibu pasti menelpon menanyakan kabar. Kita lebih nyaman untuk kembali ke rumah dibanding ke luar rumah ketika ada masalah. Tapi tahukan anda ada yang lebih sayang daripada seorang Ibu?

Dalam satu hadits disebutkan dari Umar bin Al-Khathab Radiyallahu’anhu, ia berkata: “Sekumpulan tawanan mendatangi Nabi Sholallahu ‘alahi wassalam dan ada seorang wanita yang jika melihat anak kecil maka ia mengambilnya, lalu menempelkan ke perutnya dan menyusuinya. Lantas beliau sholallahu ‘alahi wassalam bersabda: ‘Bagaimana pendapat kalian, apakah mungkin wanita ini melemparkan anaknya ke dalam api?’ Kami pun menjawab: ‘Tidak, meskipun ia mampu untuk melakukannya.’ Beliau Sholallahu ‘alaihi wassalam bersabda: ‘Allah benar-benar lebih menyayangi hamba-Nya daripada (melebihi) wanita ini yang menyayangi anaknya’ “.

Hadits Riwayat Al-Bukhari (no. 5999) dan Muslim (no.2754)

Allah lah yang paling dan lebih sayang kepada kita daripada seorang Ibu. Seperti halnya kita lebih nyaman kembali ke rumah Ibu ketika ada masalah. Cobalah untuk kembali ke rumah Allah (masjid) untuk berkeluhkesah.

Didoakan oleh seluruh makhluk yang di langit dan bumi

Pernah beberapa kali kita sms atau telpon baik itu keluarga atau teman untuk meminta doa menghadapi urusan tertentu. Berharap dengan sms atau telpon itu ada doa yang disampaikan oleh mereka ke Allah ta’ala agar urusan kita beres atau lancar. Mencari daftar kontak keluarga atau teman, sebanyak mungkin kita meminta membantu doakan. Tapi sebanyak apa keluarga dan teman kita? Tak sebanyak makhluk yang ada di langit dan bumi.

Jangankan seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi, lingkungan satu RT pun belum tentu mau mendoakan jika anda sms atau telpon untuk mendoakan anda. Maukah anda didoakan oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi? Baca lebih lanjut

Ada Apa Dengan Berjabat Tangan Bersalaman Setelah Sholat

Kebiasaan yang terjadi di masyarakat adalah berjabat tangan bersalaman setelah sholat berjama’ah. Bersalaman ini pun tiap daerah berbeda-beda. Ada yang berbaris untuk saling berjabat tangan bersalaman setelah sholat dan dzikir bersama, ada pula yang setelah salam kanan dan kiri langsung bersalaman.

Pengalaman tidak enak terjadi pada saya ketika di daerah tempat saya lahir, mereka yang selesai sholat berjama’ah saling berjabat tangan bersalaman dengan berbaris. Saat itu, saya selesai sholat, dan langsung menuju pintu keluar untuk tidak mengikuti bersalaman cara mereka. Sontak, saya kaget, salah satu dari mereka yang berbaris menarik baju saya dan mengatakan “Salaman dulu lah, emang salah ya?”. Saya hanya senyum saja, dan lantas melanjutkan untuk keluar tidak mengikuti bersalaman mereka. Baca lebih lanjut